FIFA Uji Kelayakan Lapangan MetLife Stadium Jelang Final Piala Dunia
FIFA dilaporkan terus mematangkan kesiapan permukaan lapangan MetLife Stadium di New Jersey menjelang pertandingan final Piala Dunia 2026 pada Minggu, 19 Juli 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya berbagai kritik dari para pemain terkait kondisi rumput lapangan stadion tersebut sepanjang turnamen.
Kondisi lapangan MetLife Stadium sempat dikeluhkan oleh gelandang tim nasional Prancis, Adrien Rabiot, setelah pertandingan perdana mereka di stadion tersebut.
"Lapangannya — saya bahkan tidak tahu apakah Anda bisa menyebutnya begitu," ujar Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.
Suhu panas di New Jersey selama musim panas dituding menjadi salah satu penyebab keringnya permukaan rumput stadion tersebut.
"Ini lebih terasa seperti permukaan buatan. Cukup keras dan cukup kaku," kata Adrien Rabiot, Gelandang Prancis.
Kritik senada juga disampaikan oleh pelatih kepala tim nasional Prancis, Didier Deschamps, yang menyoroti tipisnya lapisan rumput alami yang dipasang di atas lapangan sintetis tersebut.
"Kami harus membiasakan diri dengan ini, itu sudah pasti," ujar Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Deschamps juga menduga ada struktur keras di bawah permukaan rumput yang memengaruhi pergerakan para pemain.
"Mungkin ada semen di bawah rumput. Anda memiliki bilah rumput yang sangat pendek di sini," kata Didier Deschamps, Pelatih Prancis.
Kekhawatiran mengenai kualitas lapangan di Amerika Serikat sebenarnya sudah mencuat sejak turnamen Copa America 2024 dan Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu, salah satunya diungkapkan oleh gelandang Inggris, Jude Bellingham.
"Lapangannya sama sekali tidak bagus. Lapangan itu menahan bola — bola hampir tidak memantul," ujar Jude Bellingham, Gelandang Inggris.
Bellingham juga berharap ada perbaikan menyeluruh sebelum ajang Piala Dunia bergulir agar meminimalkan risiko cedera pemain.
"Ini juga berat untuk lutut. Mudah-mudahan, ada orang yang akan memperhatikan hal itu menjelang Piala Dunia tahun depan," kata Jude Bellingham, Gelandang Inggris.
Kendati demikian, keluhan pada turnamen kali ini relatif lebih sedikit dibanding ajang-ajang sebelumnya, dengan beberapa pemain bahkan memberikan apresiasi terhadap persiapan panitia.
"Mereka telah melakukan pekerjaan yang sangat baik untuk menjaganya tetap dalam kondisi seperti itu," ujar Aiden O'Neill, Gelandang Australia.
O'Neill menyampaikan hal tersebut setelah tim nasional Australia meraih kemenangan atas Turki di BC Place, Vancouver.
"Bola bergerak dengan baik; tidak terlalu keras atau terlalu lembut. Sejujurnya, saya pikir mereka membuatnya sempurna," kata Aiden O'Neill, Gelandang Australia.
Pihak penyedia analisis data lapangan sepak bola, turfcoach, menyebut bahwa standardisasi lapangan sementara di stadion serbaguna memang memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi.
"FIFA telah melalui proses untuk mencoba mendapatkan konsistensi itu, tetapi itu tidak mudah — ini adalah tantangan yang sulit," ujar Christian Theil, Direktur Pelaksana turfcoach.
Theil menambahkan bahwa karakteristik lapangan sementara tidak akan pernah bisa sepenuhnya identik dengan lapangan alami permanen.
"Jika Anda memasang lapangan sementara, sangat sulit untuk membuatnya berperilaku sama seperti lapangan non-sementara," kata Christian Theil, Direktur Pelaksana turfcoach.