Ferry Maryadi Dilarang Dokter Berkendara Jauh Akibat Serangan Vertigo

Share

Aktor sekaligus presenter Ferry Maryadi sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat akibat terjatuh setelah mengalami serangan vertigo parah di Jakarta Selatan pada Jumat, 29 Mei 2026. Gangguan kesehatan tersebut memicu peringatan dari tim medis terkait hobi berkendara jarak jauh yang sering dilakukannya.

Pengalaman kurang menyenangkan ini diungkapkan Ferry saat berada di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, sebagaimana dilansir dari Detik Hot. Serangan yang dialami beberapa tahun lalu itu membuatnya harus mendapatkan penanganan medis intensif secara mendadak.

"Wah… iya, jatuh. Sampai ke UGD saya juga pernah itu," kata Ferry Maryadi di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).

Insiden tersebut diakui terjadi sekitar dua atau tiga tahun yang lalu. Kondisi hilangnya keseimbangan tubuh secara mendadak itu menjadi alasan utama sang artis harus dilarikan ke rumah sakit.

"Kalau vertigo itu sekitar 2 tahun lalu, 2 apa 3 tahun lalu masuk UGD saya itu," ujarnya.

Berdasarkan penjelasan medis yang diterima, Ferry memaparkan bahwa gangguan kesehatan ini dapat bersumber dari dua organ tubuh yang berbeda. Kasus yang dialaminya sendiri bersumber dari masalah pada area telinga.

"Kalau vertigo itu penyebabnya yang saya tahu itu ada dari kuping sama dari otak. Ketidakseimbangan, saya dari kuping," tuturnya.

Dampak dari riwayat medis tersebut membuat dokter memberikan batasan tegas mengenai aktivitasnya di jalan raya. Ferry mendapatkan imbauan serius untuk tidak lagi mengemudikan kendaraan untuk rute-rute yang jauh.

"Dokter saya bilang pokoknya, benernya dokter tuh sudah tidak menyarankan saya berkendara lagi secara jauh," ungkap Ferry.

Kendati demikian, pria yang gemar melakukan touring dengan motor besar ini tetap mengupayakan cara agar bisa menempuh perjalanan panjang. Antisipasi mandiri dilakukan dengan selalu menyiapkan obat-obatan penunjang di dalam kantongnya.

"Cuma saya bilang gimana caranya saya bisa berkendara secara jauh, ya harus ngantongin obat," lanjutnya.

Sikap protektif juga sempat ditunjukkan oleh sang istri, Deswita Maharani, yang melarang aktivitas motoran tersebut demi keselamatan. Namun, seiring berjalannya waktu, pembatasan dari pihak keluarga kini mulai melonggar asalkan sang suami tetap merasa bahagia.

"Saat itu sih dilarang, ya. Lama-lama udah ya udahlah di… happy aja," pungkas Ferry.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author