Fenomena Astronomi Langka Hiasi Langit pada Agustus 2026
Berbagai fenomena astronomi langka bakal menghiasi langit sepanjang Agustus 2026. Peristiwa tersebut meliputi gerhana Matahari total, hujan meteor Perseid, elongasi Venus, hingga gerhana Bulan sebagian, seperti dikutip dari Detik Travel.
Gerhana Matahari total terjadi saat Bulan menutup seluruh piringan Matahari hingga korona tampak jelas. Peristiwa ini makin istimewa lantaran berbarengan dengan puncak hujan meteor serta parade enam planet.
Fenomena gerhana Matahari total dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara. Selanjutnya, bayangan inti bergerak ke arah selatan sejauh 8.260 km selama satu setengah jam.
Sebagian besar lintasan tersebut membentang di atas Samudra Atlantik. Durasi totalitas terlama terjadi di lepas pantai barat Islandia dengan waktu sekitar dua menit 18 detik.
Bayangan bulan kemudian melintasi sebagian kecil wilayah Portugal dan Spanyol. Warga Spanyol dapat menyaksikan fenomena ini selama sekitar satu menit karena posisi matahari yang mulai merendah di cakrawala.
Kesempatan ini menjadi momen bersejarah bagi Negeri Matador. Spanyol terakhir kali mengalami gerhana Matahari total dengan lintasan serupa pada 121 tahun lalu.
Pergerakan gerhana tersebut akhirnya berakhir di kawasan Laut Mediterania. Wilayah lain seperti Alaska, Kanada, Afrika bagian barat, dan utara Amerika Serikat hanya bisa mengamati gerhana sebagian.
Masyarakat Indonesia tidak dapat mengamati fenomena Gerhana Matahari Total maupun Sebagian pada 12 Agustus 2026 tersebut.
Hujan Meteor Perseid dan Elongasi Venus
Fenomena menarik berikutnya yaitu hujan meteor Perseid yang aktif sejak 17 Juli hingga 24 Agustus. Puncak aktivitas hujan meteor ini berlangsung pada malam 12 Agustus sampai dini hari 13 Agustus.
Saat kondisi langit ideal, Perseid mampu memancarkan hingga 60 meteor setiap jam. Puncak fenomena tahun ini bertepatan dengan fase Bulan baru sehingga pandangan bebas dari gangguan cahaya Bulan.
Planet Venus juga mencapai elongasi timur terbesar sebesar 45,9 derajat dari Matahari pada 15 Agustus. Momen ini menjadi waktu terbaik untuk mengamati Venus di langit barat setelah Matahari terbenam.
Gerhana Bulan Sebagian
Rangkaian fenomena langit ditutup oleh gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus. Peristiwa ini terjadi ketika sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan inti Bumi.
Proses gerhana Bulan ini terpantau dari wilayah Amerika Utara, Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Samudra Atlantik, serta sebagian Eropa dan Afrika.
Masyarakat Indonesia kembali tidak dapat menyaksikan gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 karena perbedaan lintasan keterlihatan.