Federal Reserve Bersiap Pertahankan Suku Bunga Acuan Pekan Ini

Share

Pejabat penentu kebijakan Federal Reserve (The Fed) diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan dalam pertemuan pada Rabu (17/6) waktu setempat, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Keputusan tersebut memicu ujian awal yang berat bagi gubernur baru bank sentral Amerika Serikat, Kevin Warsh, karena lonjakan inflasi yang terus menekan daya beli masyarakat.

Situasi tersebut kian rumit akibat tekanan konsisten dari Donald Trump yang menuntut penurunan biaya pinjaman, sementara ketegangan geopolitik antara AS dan Iran memicu kenaikan harga energi.

Para investor melalui kontrak berjangka dana federal kini melihat adanya peluang di atas 80 persen bahwa bank sentral justru akan menaikkan suku bunga pada Desember mendatang.

Berdasarkan survei ekonom oleh Bloomberg News, para pejabat diproyeksikan bakal menggeser ekspektasi pemangkasan suku bunga mundur ke tahun 2027 akibat tingkat inflasi yang signifikan lebih tinggi.

Kepala ekonom AS di JPMorgan Chase & Co., Michael Feroli, menyoroti pentingnya kredibilitas kepemimpinan baru dalam menjaga stabilitas pasar keuangan.

"Jika dia gagal mempertahankan kepercayaan pasar obligasi, hal itu akan langsung membawa dampak negatif instan berupa potensi kenaikan premi risiko pada suku bunga, yang tentunya berdampak buruk bagi perekonomian secara keseluruhan," ujar Michael Feroli, Kepala Ekonom AS di JPMorgan Chase & Co.

Selain menghadapi dinamika pasar, Warsh juga harus mengelola hubungan kelembagaan dengan internal Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) serta merespons keraguan publik mengenai independensi dirinya dari Gedung Putih.

Mantan penasihat kebijakan senior di The Fed, Robert Tetlow, menyatakan dirinya akan memantau kecenderungan rekam jejak pandangan Warsh dalam memimpin bank sentral.

"Dia mungkin akan menetapkan beberapa batasan," kata Robert Tetlow, Mantan Penasihat Kebijakan Senior di The Fed.

Tetlow kemudian menguraikan dua sisi karakter kebijakan yang pernah melekat pada rekam jejak karier gubernur baru tersebut.

"Sosok 'Warsh versi Gedung Putih' adalah orang yang akan mencari alasan untuk menurunkan suku bunga terlepas dari bagaimana kondisi ekonominya. Sementara 'Warsh versi Hoover' adalah seorang 'elang inflasi' (sebutan untuk pejabat yang agresif menaikkan suku bunga demi menekan harga)," kata Robert Tetlow, Mantan Penasihat Kebijakan Senior di The Fed.

Hasil keputusan rapat komite dijadwalkan rilis pada Rabu pukul 14.00 waktu Washington, yang kemudian diikuti dengan konferensi pers perdana dari Kevin Warsh.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author