The Fed Isyaratkan Kebijakan Restriktif demi Tekan Laju Inflasi AS

Share

Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat wilayah San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa kebijakan moneter restriktif akan terus dipertahankan demi menekan tingkat inflasi agar mulai melambat pada Kamis (2/7) di Santander, Spanyol.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, ketidakpastian besar masih membayangi prospek perekonomian ke depan meskipun kebijakan pengetatan tersebut berjalan.

"Kami terus mempertahankan kebijakan moneter pada posisi yang sedikit restriktif, sehingga inflasi seharusnya bisa turun," ujar Daly.

Penurunan harga minyak mentah setelah adanya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai memberikan harapan terhadap pelonggaran beban ekonomi. Skenario agresif tetap disiapkan oleh bank sentral jika pergerakan inflasi di masa mendatang di luar prediksi.

Proyeksi dari para pejabat bank sentral menunjukkan kekhawatiran yang meningkat terkait potensi kenaikan suku bunga acuan kembali pada tahun ini. Indikator inflasi utama menunjukkan lonjakan sebesar 4,1 persen secara tahunan hingga Mei lalu, sementara penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata dan perhotelan terpantau melambat signifikan sepanjang Juni.

Di tengah kondisi tersebut, penyesuaian strategi internal sedang berjalan di bawah kepemimpinan Gubernur baru The Fed Kevin Warsh yang mulai menjabat sejak Mei lalu.

"Tidak, kami tidak akan memindahkan targetnya, tetapi kami pasti akan terus mempelajari, memodernisasi, dan bekerja lebih baik besok daripada apa yang kami lakukan hari ini," tegas Daly.

Tim tugas khusus kini telah dibentuk untuk meninjau kembali aspek operasional serta basis data ekonomi dalam proses pengambilan kebijakan di internal bank sentral.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author