The Fed Chicago Soroti Tekanan Inflasi Inti AS Masih Tinggi

Share

Gubernur Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) wilayah Chicago, Austan Goolsbee, memperingatkan bahwa tekanan harga secara keseluruhan di Amerika Serikat masih berada di level yang terlalu tinggi. Pernyataan tersebut disampaikan guna merespons laporan data inflasi terbaru yang dirilis pada Kamis (25/6) waktu setempat, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Data ekonomi terbaru menunjukkan indeks harga personal consumption expenditures (PCE) melonjak 4,1% dibandingkan tahun sebelumnya, yang menjadi kenaikan tertinggi sejak April 2023. Pergerakan harga-harga ini tercatat telah melampaui target 2% yang ditetapkan bank sentral selama lebih dari lima tahun berturut-turut.

"Laporan inflasi kali ini tidak sepenuhnya buruk," ujar Austan Goolsbee, Gubernur Bank Sentral Federal Reserve wilayah Chicago.

Meskipun melihat adanya sejumlah sinyal positif, Goolsbee menegaskan kembali bahwa risiko kembalinya lonjakan inflasi pada tahun ini merupakan masalah terbesar bagi bank sentral. Ia secara khusus memberikan perhatian pada ukuran inflasi inti yang mengecualikan sektor pangan dan energi.

"Jika kita melihat inflasi inti, levelnya masih jauh terlalu tinggi dan trennya bergerak ke arah yang salah, dan kita harus melihat adanya perbaikan pada sektor tersebut," kata Austan Goolsbee, Gubernur Bank Sentral Federal Reserve wilayah Chicago.

Kekhawatiran mengenai tekanan harga yang membandel ini juga dirasakan oleh para pembuat kebijakan lainnya di bank sentral. Berdasarkan proyeksi setelah rapat kebijakan pekan lalu, sebanyak 9 dari 19 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya akan ada satu kali lagi kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Para pejabat The Fed memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap tidak berubah sepanjang tahun ini. Kendati demikian, perkiraan terbaru mengindikasikan kecemasan yang meningkat bahwa inflasi mungkin bertahan lebih lama dan meluas dari perkiraan awal.

Di samping itu, Goolsbee menyambut baik penyederhanaan pada ringkasan pernyataan setelah rapat perdana di bawah kepemimpinan gubernur yang baru, Kevin Warsh. Dokumen baru tersebut tampil jauh lebih singkat dan menghapus segala bentuk indikasi mengenai arah kebijakan suku bunga di masa mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author