FC St Gallen Ungguli Stade Lausanne Ouchy di Final Piala Swiss
Klub kasta tertinggi Swiss FC St Gallen memimpin sementara dengan skor 1-0 atas tim kasta kedua Stade Lausanne Ouchy dalam laga final Piala Swiss di Stadion Wankdorf, Bern, pada Minggu, 24 Mei 2026.
Keunggulan kilat tersebut tercipta pada menit kedelapan melalui sundulan Tom Gaal setelah memanfaatkan umpan sundulan Baldé yang berawal dari eksekusi tendangan bebas Lukas Görtler.
Pertandingan ini merupakan momentum krusial bagi FC St Gallen untuk meraih trofi kedua mereka sejak 1969, sekaligus menghapus memori buruk setelah menelan kekalahan dalam empat laga final terakhir, termasuk pada 2021 dan 2022.
Sebaliknya, laga ini menjadi penampilan perdana Stade Lausanne Ouchy di partai puncak sepanjang sejarah klub setelah mencatat hasil impresif dengan menyingkirkan tiga tim kasta utama, yaitu Winterthur, Luzern, dan Grasshoppers.
Kemenangan FC St Gallen dalam pertandingan ini juga sangat dinantikan oleh FC Sion karena posisi keempat yang mereka raih di Liga Super Swiss akan membuahkan tiket kualifikasi Conference League.
Pelatih Stade Lausanne Ouchy Dalibor Stevanovic mengakui ketangguhan fisik dari para pemain lawan yang menyudahi musim kompetisi sebagai peringkat kedua di bawah sang juara, Thun.
"Sie verfügen über physisch starke Spieler," kata Dalibor Stevanovic, Pelatih Stade Lausanne Ouchy.
Stevanovic menjelaskan bahwa tim asuhannya telah merancang taktik khusus untuk meredam skema tekanan tinggi yang kerap ditunjukkan oleh armada FC St Gallen sejak menit awal permainan.
"Wir bereiten uns darauf vor, das Pressing, das sie zu Spielbeginn ausüben, zu umgehen," ujar Dalibor Stevanovic, Pelatih Stade Lausanne Ouchy.
Menurut sang arsitek tim berkebangsaan Slovenia tersebut, kedisiplinan dan kekuatan di area pertahanan menjadi kunci mutlak bagi pasukannya untuk meredam agresivitas duet lini serang lawan, Alessandro Vogt dan Carlo Boukhalfa.
"Um zu gewinnen, benötigen wir grosse defensive Stabilität," ucap Dalibor Stevanovic, Pelatih Stade Lausanne Ouchy.
Kendati harus menghadapi daya serang tinggi, Stevanovic tetap menaruh kepercayaan besar pada performa kolektif maupun individu skuadnya, termasuk ketajaman Vasco Tritten.
"Wir haben ein gutes Team, das zugleich auch über starke Individualisten verfügt," tutur Dalibor Stevanovic, Pelatih Stade Lausanne Ouchy.
Rentetan hasil positif Stade Lausanne Ouchy yang selalu mendepak tim kasta utama di tiga fase terdahulu menjadi modal kepercayaan diri bagi skuadnya untuk tampil lepas.
"Wir haben keine Angst," tegas Dalibor Stevanovic, Pelatih Stade Lausanne Ouchy.
Di sisi lain, atmosfer menjelang sepak mula sempat diwarnai kepadatan ribuan suporter FC St Gallen yang memadati pusat kota Bern, meski sebagian pendukung terhambat gangguan operasional kereta SBB di rute antara Zurich dan Bern.
Dilansir dari laporan stgallen24, pengumuman kereta fanzug tersebut sempat memicu kekecewaan para pendukung yang berada di stasiun.
"Alle St. Galler Fans raus, wir fahren tidak ab Zürich," bunyi pengumuman kereta yang memicu kekecewaan para pendukung seperti dilansir dari laporan stgallen24.
Meskipun demikian, berdasarkan laporan stgallen24, para suporter di dalam gerbong kereta mengekspresikan keyakinan tinggi bahwa tim mereka mampu membawa pulang trofi juara tahun ini.
"Ich denke mal, dass die Gewinnchancen 50-50 sind," kata salah satu suporter FC St Gallen.
Suporter tersebut menilai jalannya pertandingan akan terasa sangat santai apabila timnya bisa unggul tiga gol tanpa balas sejak awal.
"Aber ein 3-0 wäre entspannt," ujar salah satu suporter FC St Gallen.
Sorak-sorai dan kalimat jenaka juga terlontar di antara para pendukung yang berada di dalam gerbong kereta menuju Bern tersebut.
"Der Vollste ist der Tollste," cetus salah satu suporter FC St Gallen.
Sementara itu, sebagian pendukung mengkhawatirkan laga berjalan alot hingga babak tos-tosan, walau tetap mengharapkan kemenangan telak bagi FC St Gallen.
"Es könnte knapp werden. Vor allem wenn es dann auf ein Penalty-Schiessen läuft. Ein 4:0 wär aber geil," kata suporter FC St Gallen lainnya.
Pendukung fanatik lainnya merasa sangat yakin dengan ketajaman tim asuhan Enrico Maassen tersebut sejak peluit pertama dibunyikan.
"Noch in den ersten 20 Minuten werden die St.Galler zwei Töpfe schiessen. Die können das einfach," tutur seorang pendukung setia FC St Gallen.