Dokter Buka Suara Soal Mitos Micin dan Aturan Makan Ibu Hamil

Share

Rasa khawatir terkait konsumsi monosodium glutamat atau MSG sering membayangi para ibu hamil. Anggapan mengenai dampak buruk bahan penyedap rasa ini masih marak beredar di tengah masyarakat.

Kenyataannya, riset ilmiah menunjukkan bahwa MSG bukan termasuk bahan pangan yang terlarang bagi wanita hamil, selama dikonsumsi dalam porsi wajar dan seimbang, dilansir dari Detik Health.

Lembaga pengawas obat dan makanan AS (FDA) telah menetapkan MSG sebagai bahan yang aman dikonsumsi. Tubuh manusia memproses MSG serupa dengan glutamat alami yang ditemukan pada tomat maupun keju.

Hingga saat ini, belum ditemukan bukti konsisten yang menunjukkan adanya dampak negatif langsung dari MSG terhadap kesehatan maupun perkembangan janin di dalam kandungan.

Ibu hamil tetap perlu membatasi asupan natrium harian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan konsumsi natrium di bawah 2.000 mg per hari, atau setara kurang dari 5 gram garam.

Anggapan bahwa micin dapat menurunkan tingkat kecerdasan anak juga dikategorikan sebagai mitos belaka oleh pakar kesehatan.

Dokter spesialis gizi dr. Johanes Chandrawinata, SpGK menegaskan bahwa tingkat kecerdasan anak sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsumsi micin.

"Anak jadi bodoh apa karena makan micin, itu tidak ada hubungan, itu mitos mungkin ya berbagai faktor anak jadi bodoh. Karena mungkin terlalu banyak main game atau lihat tv, nonton tv, terus nggak pernah belajar," kata dr. Johanes.

Ibu hamil yang mengalami mual atau sakit kepala setelah mengonsumsi MSG disarankan untuk menghindari bahan tersebut akibat indikasi sensitivitas pribadi.

Walaupun MSG tergolong aman, beberapa kategori bahan makanan lain justru memicu risiko kesehatan serius bagi kehamilan akibat kandungan parasit, bakteri, hingga zat berbahaya.

Sajian mentah atau setengah matang seperti daging, telur, susu unpasteurisasi, dan ikan sangat berisiko membawa infeksi kuman bagi janin.

Ikan laut berukuran besar seperti hiu, malin, todak, dan tuna sebaiknya dihindari karena tingginya kandungan merkuri yang berpotensi merusak sistem saraf serta kekebalan tubuh.

Asupan jeroan harus dibatasi meski kaya zat besi, sebab kadar vitamin A yang sangat tinggi pada awal masa kehamilan dapat memicu keguguran atau cacat lahir.

Buah serta sayuran wajib dicuci bersih sebelum dikonsumsi demi mencegah kontaminasi parasit dan bakteri berbahaya seperti Salmonella, Listeria, E. coli, dan Toxoplasma.

Proses Pembuatan dan Manfaat MSG

Pembuatan MSG berkualitas dilakukan melalui tahapan fermentasi alami yang serupa dengan proses pengolahan kecap, keju, atau yoghurt.

Bahan utamanya berupa glutamat yang diproduksi oleh mikroba pada medium kaya nutrisi, kemudian dipisahkan, disaring, serta dikristalisasi menjadi monosodium glutamat.

Selain memberikan cita rasa umami, MSG juga terbukti dapat membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung asupan gizi pada kelompok lansia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author