Eskalasi Konflik Iran Ancam Jalur Pelayaran dan Logistik Minyak Global
Ancaman blokade di Selat Bab el-Mandeb oleh milisi Houthi yang disokong Iran berpotensi mengganggu jalur pelayaran yang mengangkut sekitar seperempat pasokan minyak global pada Selasa (21/7/2026). Peringatan ini disampaikan lembaga analisis pelayaran Kpler saat militer Amerika Serikat melancarkan serangan malam ke-11 ke wilayah Iran.
Kpler melaporkan bahwa kondisi di Selat Hormuz memburuk secara tajam, sementara lalu lintas kapal di Selat Bab el-Mandeb turun 43 persen dibandingkan titik puncak tahun 2023. Pengiriman minyak mentah Arab Saudi melalui selat tersebut juga merosot 34 persen dalam dua minggu, turun dari 29,58 juta barel pada akhir Juni menjadi 19,50 juta barel pada pertengahan Juli.
Eskalasi militer berlanjut ketika Komando Sentral AS (CENTCOM) mengonfirmasi serangan udara terhadap sasaran militer di Iran untuk memperlemah kemampuan yang mengancam Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga mengindikasikan peluang serangan ke fasilitas bawah tanah Pickaxe Mountain yang diduga terkait program nuklir Tehran.
Di ranah politik, kubu Republik dan Demokrat di Senat AS menyampaikan respons kritikal terkait efektivitas dan transparansi anggaran perang tersebut.
"Kita perlu menemukan cara untuk menjelaskan kepada rakyat Amerika mengapa kita masuk dan bagaimana kita akan keluar, serta dalam prosesnya, bagaimana kita akan memotong kemampuan Iran untuk mendapatkan senjata nuklir," kata Senator Republik John Kennedy.
Tanggapan senada disampaikan anggota legislatif lain mengenai pertanggungjawaban penggunaan dana militer yang diajukan Pentagon.
"Merek tidak bisa menjelaskan bagaimana uang ini akan dibelanjakan," kata Sen. Dick Durbin.
Senator lain menilai angka biaya perang senilai 37,5 miliar dolar AS berpotensi lebih tinggi akibat kerusakan aset militer vital.
"Bahkan, saya menduga angkanya lebih tinggi," kata Senator Demokrat Chris Coons kepada CNN.
"Ada banyak kerusakan pada fasilitas militer penting, banyak kehilangan sistem radar dan pesawat kelas atas yang sangat mahal, serta banyak amunisi mahal yang telah ditembakkan sejauh ini," kata Senator Demokrat Chris Coons.
Kritik tajam mengenai konsistensi alur kebijakan pemerintah juga disuarakan oleh kalangan senator Demokrat.
"Inti masalahnya di sini adalah pemerintah ini tidak tahu apa yang dilakukannya. Inilah mengapa mereka terus mengubah alasan mereka dari minggu ke minggu," kata Senator Demokrat Chris Van Hollen.
Namun, dukungan terhadap anggaran perang tetap diberikan oleh sejumlah legislator Republik atas alasan ancaman pertahanan.
"Dengar, ini adalah sesuatu yang harus kita lakukan," kata Sen. GOP John Hoeven.
"Pada akhirnya, Anda tahu, Iran memiliki senjata nuklir adalah ancaman eksistensial," kata Sen. GOP John Hoeven kepada CNN.
Di samping perdebatan politik dan dampak ekonomi, Kementerian Pertahanan AS mengidentifikasi prajurit Sgt. Angel S. Rampersad (28) gugur dalam serangan musuh di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, pada 17 Juli 2026.