Kementerian ESDM Tambah Kuota Produksi Batu Bara Khusus PT PLN

Share

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk meningkatkan kuota produksi batu bara khusus untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik milik PT PLN (Persero). Langkah penambahan pasokan ini ditetapkan dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026, seperti dilansir dari Detik Finance.

Kebijakan penambahan alokasi ini dipastikan tidak akan mengubah kuota produksi batu bara di luar kebutuhan sektor kelistrikan PLN. Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan pemangkasan target produksi batu bara nasional dalam RKAB 2026 pada kisaran 600 juta ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, memberikan konfirmasi mengenai keputusan tersebut saat berada di kantornya pada Jumat (10/6/2026), meskipun belum bersedia merinci volume total penambahan kuota yang disetujui.

"(Penambahan) Untuk yang batu bara, hanya diperuntukkan untuk yang PLN. Itu aja," ujar Tri di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/6/2026).

Sementara itu, pihak korporasi kelistrikan negara menyatakan telah mengamankan kepastian pasokan tambahan tersebut secara bertahap mulai pertengahan tahun ini. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR pada Kamis (2/7/2026) bahwa institusinya menerima pasokan ekstra di luar kontrak berjalan.

"Untuk 2026 ini ada penambahan pasokan batubara dengan kalori menengah sampai tinggi, yaitu 4.500 kalori ke atas, yang dialokasikan khusus untuk PLN dari Kementerian ESDM dan terutama dalam hal ini yaitu Jeneral Minerba. Ini sebesar 1,8 juta ton on top dari existing supply untuk bulan Juli dan 3 juta ton per bulan dari bulan Agustus sampai bulan Desember," ujar Darmawan dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR, Kamis (2/7/2026).

Tambahan pasokan dari pemerintah tersebut diproyeksikan akan langsung memperkuat kapasitas operasional pembangkit di wilayah interkoneksi utama. Manajemen PLN optimistis pasokan batu bara kalori menengah hingga tinggi ini mampu menjaga stabilitas energi nasional.

"Sehingga di sini ada penambahan kapasitas daya mampu pasok sebesar 5 GW di atas 35,9 GW. Yang tentu saja ini membuat sistem kelistrikan di Pulau Jawa menjadi jauh lebih andal lagi," sambungnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author