Kementerian ESDM Siapkan Tabung Gas CNG Pengganti LPG 3 Kg

Share

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan Tabung Merah Putih berkapasitas 3 kilogram (kg) dengan bahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan impor LPG nasional yang mencapai sekitar 8,5 juta ton per tahun.

Dilansir dari HaiBunda, pengembangan Tabung Merah Putih ini telah memasuki tahap uji coba ketiga dari total empat tahapan sebelum didistribusikan ke masyarakat. Kementerian ESDM mencatat produksi LPG dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sebagian kecil dari total konsumsi nasional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa harga jual bahan bakar baru ini dipastikan tidak akan membebani masyarakat karena nilainya akan disamakan dengan harga gas subsidi yang beredar saat ini.

"Sama. Sama dengan harganya sama (LPG 3 kg)," ujar Laode.

Pemerintah juga berencana mengimpor sekitar 100.000 tabung CNG 3 kg dari China demi mengawali implementasi kebijakan tersebut. Pengadaan dari luar negeri dilakukan karena sektor industri domestik dinilai belum menguasai teknologi pembuatan tabung gas jenis ini.

"Kan ini teknologinya tinggi. Saat ini yang mampu membuat teknologi itu di luar ya, kita belum," ujar Laode.

Sebanyak 15 prototipe tabung tipe 4 berbahan dasar serat material disiapkan untuk menjalani pengujian di Lemigas pada Juli 2026. Uji coba akan diprioritaskan di kota-kota besar di Pulau Jawa yang memiliki akses dekat dengan jaringan pipa gas.

"Kita prioritaskan dahulu yang dari pipa. Biar harganya lebih ekonomis. Makanya uji kebanyakan Pak Menteri sudah sampaikan di kota-kota besar di Pulau Jawa dulu. Yang memang jalur gas dari pipanya lebih banyak," tutur Laode.

Proses pengujian difokuskan pada aspek keselamatan, termasuk kekuatan tekanan tabung dan keandalan sistem katup penutup. Pemerintah merancang tabung baru ini dengan bobot yang lebih ringan untuk kenyamanan pengguna.

"Oleh karena itu, kita harus membuat yang lebih ringan agar emak-emak nanti enggak merasa, oh ini kok penggantinya berat. Kita uji di Lemigas. Yang paling penting safety dari valve dan tabungnya seperti apa," jelas Laode.

Simulasi harga yang setara dengan LPG 3 kg tersebut diproyeksikan mampu memotong beban anggaran subsidi negara hingga hampir sepertiga dari total alokasi saat ini. Pemerintah juga merencanakan pembangunan pabrik pembuatan tabung gas tersebut di Indonesia.

"Sekarang simulasinya masih disamakan. Dengan disamakan pun subsidi bisa turun sampai dengan 30 persen," tutur Laode.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: CNG Kementerian ESDM lpg 3 kg
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author