Erajaya Swasembada Pertahankan Pertumbuhan dan Raih Laba Rp872 Miliar
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada semester I-2026 dengan laba bersih Rp872,12 miliar dan penjualan mencapai Rp42,90 triliun, memperkuat posisi sebagai pemain utama di sektor ritel elektronik dan gaya hidup di Indonesia, dilansir pada Agustus 2026.
Penjualan ERAA meningkat 22,39% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen telepon seluler dan tablet yang mencapai Rp32,45 triliun. Selain itu, penjualan aksesoris dan produk elektronik lainnya juga mengalami kenaikan, memperkuat diversifikasi bisnis perusahaan.
Amelia Allen, Head of Legal Counsel & Corporate Affairs ERAA, mengatakan, "Kami terus menjaga keseimbangan antara upaya mendorong pertumbuhan dan penerapan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan bisnis. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan tetap responsif terhadap perubahan kondisi pasar sekaligus menjaga fundamental bisnis yang sehat."
Amelia menambahkan bahwa ERAA juga fokus memperkuat jaringan ritel dan efisiensi operasional untuk menghadapi dinamika pasar di paruh kedua tahun 2026.
Laporan keuangan menunjukkan total aset ERAA naik menjadi Rp29,34 triliun hingga Juni 2026, dengan total liabilitas Rp18,40 triliun dan ekuitas sebesar Rp10,94 triliun. Beban penjualan dan distribusi meningkat menjadi Rp2,28 triliun, seiring perluasan gerai baru di berbagai segmen bisnis.
Transformasi bisnis ERAA kini meluas ke segmen gaya hidup aktif dengan jaringan gerai seperti JD Sports dan ASICS, serta masuk ke sektor makanan dan minuman premium seperti Bacha Coffee dan Paris Baguette. Selain itu, ERAA mulai merambah pasar kendaraan listrik melalui aliansi global.
Kinerja ini menarik minat investor asing yang secara aktif memborong saham ERAA pada semester I-2026. Total pembelian saham asing mencapai 41,78 juta lembar, sedangkan penjualan tercatat 16,21 juta lembar saham.
Struktur kepemilikan ERAA didominasi oleh PT Eralink International dengan 55,17% saham, sementara institusi keuangan global juga menjadi pemegang saham publik signifikan, termasuk HSBC Ltd-Singapore Branch dan beberapa dana investasi internasional lainnya.