Negara Eksportir Gas Desak Uni Eropa Longgarkan Aturan Emisi Metana

Share

Sejumlah negara eksportir gas alam utama mendesak Uni Eropa untuk melonggarkan rancangan aturan emisi metana yang dinilai dapat mengancam keamanan energi blok tersebut pada Rabu, 24 Juni 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.

Amerika Serikat, Qatar, Nigeria, dan Aljazair menyampaikan permintaan tersebut melalui surat resmi kepada para pemimpin Eropa. Mereka mengharapkan adanya pendekatan pragmatis dalam memperjelas aturan agar importir tetap bisa memasok minyak dan gas ke Uni Eropa di tengah lonjakan harga energi dan ketegangan di Timur Tengah.

Desakan ini didukung oleh Republik Ceko dan Slovakia di internal Uni Eropa, yang meminta Komisi Eropa segera mencari opsi demi mengurangi hambatan impor bahan bakar fosil. Di sisi lain, Komisi Eropa sejauh ini menolak mengubah regulasi dan lebih memilih memberikan rekomendasi batasan denda bagi perusahaan yang melanggar aturan gas rumah kaca.

Mulai tahun depan, impor bahan bakar fosil ke Uni Eropa wajib mematuhi standar ketat pemangkasan emisi metana yang memiliki efek rumah kaca jauh lebih kuat dari CO2. Aturan yang berlaku menetapkan sanksi denda hingga 20 persen dari omzet tahunan bagi perusahaan yang melampaui ambang batas intensitas metana pada tahun 2030.

Langkah pelonggaran ini masih memerlukan dukungan dari negara ekonomi besar seperti Jerman, yang saat ini masih mengalami perbedaan pandangan internal antara kementerian ekonomi dan kementerian lingkungan. Masalah regulasi ini rencananya akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan para menteri energi Uni Eropa pada akhir pekan.

Kritik terhadap kebijakan ini juga datang dari pelaku industri minyak di Amerika Serikat yang menilai regulasi tersebut memiliki kecacatan hukum.

"Kami telah mengirim delegasi ke Uni Eropa untuk bekerja sama dengan mereka dalam hal ini, dan kami berurusan langsung dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mendapatkan kebijakan yang masuk akal bagi produsen Amerika," kata Mike Sommers, Kepala Eksekutif American Petroleum Institute.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author