Arab Saudi Lonjakkan Ekspor Minyak Mentah Lewat Selat Hormuz
Arab Saudi mendongkrak ekspor minyak mentah mendekati level sebelum konflik seiring langkah kerajaan tersebut mengoperasikan kembali kapal tanker melalui Selat Hormuz pada Rabu, 3 Juli 2026. Pemulihan arus pengiriman dari Teluk Persia ini terjadi setelah tercapainya kesepakatan perdamaian sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Dilansir dari Bloombergtechnoz, eksportir minyak terbesar di dunia tersebut mengirimkan rata-rata 6,3 juta barel per hari dalam kurun waktu enam hari hingga Rabu.
Volume pengiriman tersebut menyamai rata-rata ekspor sepanjang tahun 2025, sekaligus mencakup hampir 90 persen pasokan dari bulan Februari sebelum perang Iran pecah.
Empat kapal tanker super milik perusahaan negara Arab Saudi, Bahri, terpantau berada di Teluk Oman pada Kamis setelah memuat muatan di fasilitas ekspor Ras Tanura. Jika tren peningkatan dari fasilitas Yanbu dan Teluk Persia ini terus berlanjut, volume ekspor akan melonjak signifikan dibandingkan pasokan bulan Juni yang tertahan di angka 4,5 juta barel per hari.
Lonjakan pasokan minyak dari Timur Tengah ini langsung memicu penurunan harga minyak berjangka dalam beberapa pekan terakhir akibat terjadinya surplus kargo di pasar internasional. Langkah pemulihan pasokan Arab Saudi ini mengikuti jejak Uni Emirat Arab yang telah mengembalikan volume ekspor mereka ke tingkat pra-konflik sebesar 3,9 juta barel per hari pada bulan lalu.
Selain itu, perusahaan minyak negara Saudi Aramco dilaporkan juga telah menjual sedikitnya 6 juta barel minyak mentah secara ad-hoc kepada pelanggan di Asia. Meskipun lalu lintas kapal non-Iran kini bergerak dalam konvoi melalui koridor kelolaan Amerika Serikat di perairan Oman, Korps Garda Revolusi Islam Iran tetap mengklaim kendali penuh atas jalur air strategis tersebut.