Ekspor Korea Selatan Melonjak Berkat Booming Semikonduktor Juni 2026

Share

Kinerja ekspor Korea Selatan melanjutkan tren positif pada bulan Juni 2026 yang didorong oleh ketahanan booming sektor semikonduktor sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Lonjakan ini dipicu oleh kuatnya investasi global terkait teknologi kecerdasan buatan (AI) serta pusat data, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Rabu (1/7/2026).

Data kantor bea cukai setempat mencatat ekspor yang disesuaikan dengan perbedaan hari kerja tumbuh 59,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, impor mengalami peningkatan sebesar 30,1 persen, menghasilkan surplus perdagangan yang mencapai 36,1 miliar dolar AS. Pengiriman barang secara keseluruhan meningkat 70,9 persen, menunjukkan penguatan dibandingkan revisi kenaikan bulan Mei sebesar 53,4 persen.

Sektor semikonduktor mendominasi pertumbuhan ini melalui lonjakan pengiriman chip sebesar 199,5 persen secara tahunan hingga menyentuh angka 44,8 miliar dolar AS. Kenaikan signifikan juga terjadi pada komoditas produk terkait komputer sebesar 308,8 persen serta produk minyak bumi yang meningkat 49,8 persen.

Kondisi pasar ini dinilai akan terus bertahan hingga akhir tahun oleh para analis ekonomi internasional.

"Kita kemungkinan akan melihat laju pertumbuhan ekspor yang serupa pada paruh kedua, dengan kuartal ketiga terlihat bahkan lebih kuat seiring chip Vera Rubin dari Nvidia memasuki produksi massal dan proses peningkatan produksi mulai berjalan," kata Jeong-Woo Park, ekonom di Nomura Holdings Inc.

Prospek pengiriman produk teknologi ini diproyeksikan tetap stabil mengikuti performa yang ada sekarang.

"Secara keseluruhan, saya memperkirakan pertumbuhan pengiriman semikonduktor dan pertumbuhan ekspor secara keseluruhan akan tetap sejalan dengan apa yang kita lihat saat ini," kata Jeong-Woo Park, ekonom di Nomura Holdings Inc.

Pertumbuhan ekonomi yang solid, inflasi yang persisten, pelemahan mata uang, serta lonjakan harga properti memicu Bank of Korea untuk bersikap lebih hawkish. Gubernur Shin Hyun Song menyatakan bahwa perkembangan sektor semikonduktor mulai memberikan dampak yang lebih luas terhadap konsumsi, investasi, dan kenaikan upah, sehingga memperbesar risiko tekanan inflasi yang mendalam.

Situasi moneter ini diprediksi akan mendorong otoritas terkait untuk segera mengambil langkah pengetatan kebijakan dalam waktu dekat.

"Hal ini seharusnya memberikan keyakinan lebih besar kepada Bank of Korea terhadap prospek pertumbuhan saat bersiap untuk menaikkan suku bunga. Kami memperkirakan BOK akan mulai mengetatkan kebijakan moneter pada 16 Juli dengan kenaikan sebesar 25 basis poin. Tiga kenaikan berikutnya diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 3,5% pada paruh pertama 2027, dari level saat ini sebesar 2,5%," kata Hyosung Kwon, ekonom di Bloomberg Economics.

Bank of Korea dijadwalkan akan menggelar rapat penentuan tingkat suku bunga berikutnya pada 16 Juli 2026.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author