Kisah Eks Karyawan Kembangkan Bisnis Kuliner Lewat Rumah BUMN BRI

Share

Seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bernama Dian sukses mengembangkan bisnis kuliner miliknya setelah mengikuti program pembinaan. Seperti dilansir dari Detikcom, usaha bermerek dagang 'Dirasa' tersebut mengalami kemajuan pesat lewat pelatihan di Rumah BUMN BRI, Jakarta Barat.

Sebelum terjun ke dunia kuliner, Dian memiliki pengalaman sebagai pekerja kantoran selama hampir 20 tahun, termasuk di bidang pemasaran asuransi. Bermodal latar belakang pendidikan kejuruan, ia optimistis dapat memajukan bisnis makanan yang kini memproduksi sekitar 20 jenis produk kue kering dan makanan.

Produk andalan dari unit usaha ini adalah serundeng krispi yang diklaim sebagai salah satu produk unik dengan kompetisi pasar yang masih rendah. Produk inovatif tersebut kini telah berhasil menembus pasar internasional dan dipasarkan hingga ke wilayah Eropa dan Abu Dhabi.

"Ada 20 produk yang Ibu jual, di antaranya kue kering dan makanan. Serundeng krispi mungkin satu-satunya di Indonesia. Kenapa saya mau mengembangkan produk tersebut karena belum terlalu banyak saingan dan termasuk produk yang unik. Minggu lalu produk Ibu pernah dikurasi dengan buyer dari Abu Dhabi dan lolos. Sebelumnya juga sudah dibawa pendamping saya dari salah satu grup ke Eropa dan Abu Dhabi dan alhamdulillah dapat repeat order," tutur Dian.

Dalam perjalanan bisnisnya, Dian aktif berpartisipasi dalam berbagai pameran dan sempat bertemu dengan mantan Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno. Pertemuan tersebut membuahkan saran penting untuk mengganti kemasan produk yang semula transparan menjadi lebih profesional.

"Itu mula-mula Ibu pakai kemasan bening 3 tahun lalu," kenangnya.

Selain mendapatkan materi pelatihan, keterlibatan di Rumah BUMN BRI juga mendorong digitalisasi sistem pembayaran usaha melalui pembuatan fasilitas QRIS gratis. Fasilitas ini diakui membantu pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih terstruktur dan terpisah dari keuangan pribadi.

"Awalnya saya ditawari untuk menabung karena di situ ditawarkan untuk membuat QRIS-nya gratis makanya saya tertarik ikut jadi anggota di sini. Akhirnya dengan QRIS tersebut Ibu setiap transaksi dengan digital Ibu alhamdulillah terbantu. Jadi untuk QRIS sendiri Ibu gunakan untuk kalau ada pemasukan uang, terutama kalau ada penjualan. Jadi tidak dicampurkan dengan keuangan pribadi, lebih teratur," kata Dian.

Dian yang sudah menjadi anggota selama lebih dari dua tahun merasakan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas produk dan kompetensi bisnisnya. Pada masa awal perubahan kemasan, pihak BRI juga memberikan bantuan stimulan berupa 500 lembar kemasan baru.

"Sering. Sudah dua tahun. Ibu senang karena di Rumah BUMN itu kita berjualan lebih punya kualitas. Kita selalu mendapatkan ilmu yang dulunya tidak pernah didapatkan. Kalau di Rumah BUMN kan selalu ada pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan bisnis kita. Terima kasih karena sudah memberikan ilmu-mu yang bermanfaat," tutur dia.

"Awal ganti packaging, Ibu pernah dibantu dari BRI 500 pieces, itu sangat kebetulan sekali mau ganti mendapat rejeki dari BRI. Setelah habis, Ibu lanjut pesan ke pabrik kemasan sendiri," ujar Dian.

Rumah BUMN BRI difungsikan sebagai wadah inkubasi bagi para pelaku usaha lokal agar mampu meningkatkan skala bisnis mereka. Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menjelaskan bahwa fasilitas ini menyediakan program penajaman keahlian wirausaha, pendampingan digital, akses modal, hingga perluasan jaringan pasar.

"Di Rumah BUMN, para pelaku usaha atau UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar," ujar Jajang Rohmana.

"Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami," ujarnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: BRI kuliner Rumah BUMN UMKM
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author