Studi Ungkap Metode Efektif Mengurangi Residu Pestisida pada Sayuran
Mencuci sayuran berdaun secara tepat terbukti secara ilmiah membantu menekan paparan residu kimia sebelum diolah menjadi masakan harian. Proses pembersihan tetap menjadi tahapan krusial yang tidak boleh dilewatkan meski sayuran nantinya akan melalui proses pemanasan atau dimasak. Seperti dilansir dari HaiBunda, riset yang terbit di PMC PubMed Central membandingkan sembilan metode pembersihan pada lima jenis sayuran berdaun.
Penelitian pada selada, daun perilla, bayam, crown dasy, dan ssamchoo itu mencatat penurunan residu pestisida bervariasi antara 43,7 hingga 77 persen.
Mencuci di bawah air mengalir menjadi teknik yang paling unggul dengan efektivitas penurunan paparan zat kimia mencapai rata-rata 77 persen. Metode perebusan menempati urutan kedua dengan efektivitas 59,5 persen, sementara pemanfaatan detergen mencatatkan tingkat efektivitas paling rendah.
Proses pemanasan seperti blanching maupun merebus saja tidak cukup ampuh menghapus seluruh jenis pestisida tanpa dibantu pencucian awal. Data dari Colorado State University menunjukkan tidak ada teknik pencucian yang sanggup menghilangkan seluruh mikroorganisme secara sempurna pada produk segar.
Namun, membilas bahan pangan di bawah aliran air bersih sambil menggosok permukaannya menggunakan tangan terbukti efektif mengikis kotoran dan mikroba. Penggunaan mangkuk bersih lebih disarankan saat hendak merendam sayur daripada memanfaatkan bak cuci piring yang rentan menjadi sarang bakteri. Komoditas pangan yang memiliki tekstur kulit tebal atau keras dapat dibersihkan secara perlahan memanfaatkan sikat khusus buah dan sayur.
Suhu air yang dipakai untuk membilas disarankan tidak lebih dingin dari 10 derajat dibanding suhu asli sayuran tersebut.
Hal ini bertujuan mencegah masuknya kuman ke dalam jaringan tanaman melalui celah tangkai maupun bagian ujung bunga. Penggunaan detergen atau bahan pemutih sangat tidak disarankan karena pori-pori sayuran dapat menyerap bahan kimia yang berisiko merusak rasa dan keamanan pangan.