Durasi Tidur Masyarakat Indonesia Masih Termasuk Singkat Dibanding Negara Lain
Durasi tidur masyarakat di berbagai negara menunjukkan variasi yang signifikan, dengan beberapa negara mencatat rata-rata waktu tidur lebih dari tujuh jam per malam, sedangkan lainnya kurang dari enam jam.
Berdasarkan data dari World Population Review yang dikutip dari Detik Health, Indonesia masuk dalam kelompok negara dengan durasi tidur tergolong singkat. Indonesia berada di posisi ke-44 dalam daftar negara dengan durasi tidur terlama, tepat di bawah Qatar.
Daftar sepuluh negara dengan rata-rata durasi tidur terlama menunjukkan angka di atas tujuh jam per malam, yakni:
- Selandia Baru: 7 jam 27 menit
- Belanda: 7 jam 24 menit
- Finlandia: 7 jam 23 menit
- Inggris: 7 jam 22 menit
- Australia: 7 jam 20 menit
- Belgia: 7 jam 18 menit
- Irlandia: 7 jam 17 menit
- Prancis: 7 jam 14 menit
- Denmark: 7 jam 14 menit
- Kanada: 7 jam 11 menit
Negara dengan Durasi Tidur Tersingkat
Sebaliknya, Indonesia termasuk dalam sepuluh negara dengan durasi tidur terendah, yakni sekitar 6 jam 25 menit, berada pada peringkat ke-7 dari bawah:
- Jepang: 5 jam 52 menit
- Arab Saudi: 6 jam 2 menit
- Korea Selatan: 6 jam 2 menit
- Filipina: 6 jam 8 menit
- Kuwait: 6 jam 15 menit
- Taiwan: 6 jam 21 menit
- Indonesia: 6 jam 25 menit
- Qatar: 6 jam 26 menit
- Malaysia: 6 jam 27 menit
- Singapura: 6 jam 34 menit
Persentase Penduduk yang Tidur Minimal Tujuh Jam
Menurut riset YouGov Surveys 2024, sebagian besar responden di 17 negara mengaku tidur tujuh jam atau lebih setiap malam. Denmark menempati posisi teratas dengan 67 persen responden, diikuti oleh Jerman dan Prancis.
Indonesia berada di posisi ke-15, dengan 24 persen responden melaporkan tidur kurang dari lima jam per malam.
Rekomendasi Durasi Tidur yang Cukup
Spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dari BraveHeart Brawijaya Hospital Saharjo, Dr. dr. Amin Tjubandi, SpBTKV, Subsp.JD(K), menyatakan bahwa waktu tidur minimal yang direkomendasikan adalah enam hingga delapan jam setiap hari.
Praktisi kebugaran dari EMC Healthcare, dr. Anita Suryani, SpKO, menambahkan bahwa enam jam adalah batas minimal, tetapi kebutuhan tidur setiap individu bisa lebih dari itu.
Cara paling sederhana untuk menilai kecukupan tidur adalah dengan memperhatikan kondisi tubuh saat bangun, seperti bangun sendiri tanpa alarm, tidak bisa kembali tidur, dan tubuh terasa segar.
Manfaat Tidur Berkualitas
Menurut dr. Amin, tidur yang berkualitas dapat mengurangi stres dan meringankan beban kerja organ vital. Sebaliknya, kekurangan tidur menambah beban pada organ, termasuk jantung, yang meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Dikutip dari Healthline, manfaat tidur cukup meliputi peningkatan konsentrasi, keterampilan motorik, suasana hati, dan kesehatan jantung.
Kurang tidur dapat mengganggu fungsi kognitif dan meningkatkan risiko kesalahan medis. Tidur cukup juga membantu meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan pemecahan masalah.
Selain itu, tidur yang cukup memperbaiki keterampilan motorik seperti waktu reaksi dan kekuatan otot. Kekurangan tidur justru meningkatkan risiko cedera dan menurunkan motivasi berolahraga.
Dalam hal suasana hati, otak membutuhkan tidur untuk memproses emosi. Kurang tidur dapat menyebabkan reaksi emosional negatif dan meningkatkan risiko gangguan suasana hati seperti depresi.
Tekanan tinggi dapat dikurangi dengan tidur siang sekitar 30 menit, yang juga meningkatkan sistem imun.
Tekanan darah turun saat tidur sehingga jantung mendapatkan waktu istirahat. Waktu tidur yang kurang menyebabkan tekanan darah tinggi yang berkepanjangan, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.