Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang Bersiap Hengkang ke Vietnam

Share

Dua pabrik komponen otomotif yang beroperasi di Jawa Timur bersiap memindahkan lini produksinya ke Vietnam. Langkah ini berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja atau PHK massal yang berdampak pada ribuan buruh.

Kabar mengenai rencana perpindahan operasional tersebut disampaikan oleh Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, seperti dikutip dari Detik Finance.

Kedua perusahaan yang memiliki induk usaha di Jepang tersebut diidentifikasi dengan inisial PT J dan PT S. Said Iqbal belum bersedia mengungkap nama resmi dari kedua entitas tersebut secara terbuka.

Dampak dari pemindahan basis produksi ini diperkirakan dapat mengancam kelangsungan kerja sekitar 7 ribu buruh. Saat ini, PT J tercatat mempekerjakan sekitar 7 ribu karyawan, dengan proyeksi awal pengurangan staf mencapai 4 ribu orang.

"Memang kemungkinan baru omong-omong ya, baru omong-omong 4 ribu. Tapi saya sih nggak begitu yakin 4 ribu, karena ini baru omong-omong. Kan biasanya kalau manajemen itu ambil call tinggi, mungkin ribuan tapi tidak mungkin 4 ribu," kata Said saat ditemui wartawan usai Rakernas KSPI 2026, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Sementara itu, PT S memiliki total pekerja aktif sekitar 4 ribu orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 ribu buruh dilaporkan menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja akibat kebijakan korporasi ini.

"Kalau yang PT S-nya jumlah karyawannya 4 ribu. Bahkan lebih parah lagi (dari PT S), 3 ribu (terkena PHK) omong-omongnya. Tapi mungkin di ribuan lah," ujar Said Iqbal.

Secara akumulatif, potensi pengurangan tenaga kerja dari rencana relokasi dua perusahaan Jepang ini mencapai 7 ribu orang dari total 11 ribu pekerja yang saat ini berstatus aktif.

Said Iqbal, yang juga mengemban amanah sebagai Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI, menegaskan akan mengambil langkah mitigasi secara cepat.

Upaya penyelamatan ketenagakerjaan dilakukan dengan menginstruksikan anggota serikat pekerja untuk mengintensifkan negosiasi bersama manajemen PT J dan PT S agar pembatalan rencana pemindahan dapat dicapai.

"Memang agak besar, tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka prinsipal di Jepang kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan. Karena ini juga belum terjadi. Pemindahan itu nggak semudah itu.

Kemungkinan itu kata mereka 1-2 tahun ke depan. Berarti kita masih punya waktu untuk bernegosiasi," jelas Said Iqbal.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author