Dian Swastatika Sentosa Akuisisi Bali Media Telekomunikasi

Share

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) resmi menyelesaikan akuisisi terhadap PT Bali Media Telekomunikasi (BMT) pada Kamis (2/7/2026) guna memperkuat ekspansi bisnis di sektor telekomunikasi dan infrastruktur digital nasional.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, BMT merupakan perusahaan yang memegang kepemilikan saham sebesar 24,57 persen di PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL). Langkah strategis ini mengonfirmasi kepemilikan tidak langsung emiten bersandi saham DSSA tersebut di dalam EXCL.

Manajemen perseroan memproyeksikan integrasi konektivitas, pusat data, edge computing, dan kecerdasan buatan (AI) dapat merealisasikan target platform infrastruktur digital end-to-end di Indonesia. Melalui lini bisnis teknologi, DSSA kini mengelola pendapatan usaha segmen infrastruktur digital sebesar US$69,1 juta pada kuartal I 2026, atau melonjak 50 persen secara tahunan.

Pertumbuhan performa tersebut dipicu oleh penggabungan PT Eka Mas Republik (MyRepublic Indonesia) dan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) menjadi PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic). Entitas ini mengoperasikan jaringan fiber optic backbone dan access sepanjang lebih dari 166 ribu kilometer yang menjangkau 12,7 juta homepass.

Ekspansi digital juga dilakukan lewat PT SMPlus Digital Investama (SM+) yang sedang menyelesaikan pembangunan pusat data flagship Jakarta SMX01 berkapasitas 18 MW dan bersertifikasi Tier IV AI-ready untuk beroperasi pada kuartal IV tahun ini. Selain itu, perseroan membangun 25 Edge Data Center serta mendirikan PT Brilian Teknologi Sejahtera hasil kemitraan strategis dengan iFLYTEK.

Di samping sektor digital, perseroan mendiversifikasi portofolio energi melalui inisiatif green mining, pengembangan panas bumi berpotensi 440 MW via PT Daya Mas Bumi Sentosa, serta pengoperasian pabrik panel surya 1 GW di KEK Kendal. Secara konsolidasian, DSSA mengantongi pendapatan usaha US$693,2 juta dan laba periode berjalan US$118,5 juta pada kuartal I 2026, dengan total aset senilai US$4,6 miliar per 31 Maret 2026.

“DSSA memperoleh kepemilikan tidak langsung di EXCL melalui BMT, sekaligus memperkuat posisi DSSA dalam memperluas kapabilitas perseroan di sektor telekomunikasi, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem digital sebagai salah satu mesin pertumbuhan jangka panjang,” kata Presiden Direktur DSSA L. Krisnan Cahya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/7/2026).

Krisnan menilai dinamika ekonomi digital dan penetrasi internet yang masif memicu tingginya kebutuhan infrastruktur terintegrasi. Hal tersebut membuat keunggulan kompetitif kini bertumpu pada penyediaan ekosistem digital yang andal dari konektivitas hingga layanan bernilai tambah.

"Kami yakin bahwa energi berkelanjutan dan infrastruktur digital dan teknologi akan menjadi dua pilar pertumbuhan utama DSSA masa depan," imbuh Krisnan.

Penerapan strategi integrasi ini turut menempatkan DSSA pada peringkat ke-124 dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 tahun 2026 sebagai salah satu perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

"Karena itu, DSSA akan terus mengembangkan investasi pada aset strategis, memperkuat kapabilitas teknologi, dan memperkuat kemitraan jangka panjang untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Krisnan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author