DPR Proyeksi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2027 Turun 35 Persen

Share

Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat memproyeksikan alokasi dana untuk program Makan Bergizi Gratis pada tahun 2027 bakal terpangkas sekitar 35 persen menjadi Rp174 triliun dari pagu tahun ini sebesar Rp268 triliun, dilansir dari Bloomberg Technoz pada Senin (6/7/2026).

Rasionalisasi anggaran tersebut dipastikan oleh Ketua Banggar DPR Said Abdullah setelah melakukan perhitungan ulang terhadap komponen dan target sasaran program prioritas pemerintah tersebut.

"Kalau [anggaran] MBG pasti turun [di 2027],” kata Said Abdullah, Ketua Banggar DPR.

Said Abdullah menjelaskan bahwa penurunan alokasi ini dipicu oleh efisiensi titik Satuan Pelayanan Gizi yang realisasinya diperkirakan hanya memerlukan 21.000 titik dari ketersediaan 27.000 titik saat ini, dengan target penerima manfaat mencapai 84 juta siswa.

"Kita tinggal hitung untuk melayani 84 juta siswa kita. Sehingga hitungan saya, kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk, seperti umpamanya stunting, ibu hamil, itu tidak lebih dari Rp174 triliun," jelas Said Abdullah, Ketua Banggar DPR.

Meskipun terjadi pengurangan nilai, Said Abdullah menegaskan kebijakan efisiensi ini berfokus pada perbaikan tata kelola tanpa mengurangi pemenuhan standar gizi yang diberikan kepada masyarakat.

"Diketoknya nanti di bulan September. Kalau diketok sekarang palunya juga enggak laku. Masa Banggar sendiri yang ngetok? Kan harus sama pemerintah," imbuh Said Abdullah, Ketua Banggar DPR.

Kepastian angka final tersebut dijadwalkan akan ditetapkan melalui pengesahan RUU APBN 2027 pada akhir kuartal ketiga tahun ini setelah melalui pembahasan resmi bersama pihak eksekutif.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis terus mengalami kenaikan hingga menyerap Rp88,15 triliun per akhir Mei 2026, atau meningkat 17,53 persen dari posisi April 2026 yang berjumlah Rp75 triliun.

Kementerian Keuangan mencatat total penerima manfaat saat ini mencapai 63,13 juta jiwa, yang terbagi atas 48,9 juta kelompok siswa dan 14,3 juta kelompok non-siswa termasuk ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author