DPR Minta Evaluasi Total Program MBG Usai Mundurnya Kepala BGN
Pengunduran diri Nanik Sudaryati Deyang dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai DPR RI harus menjadi momen evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (22/7). Langkah pengunduran diri Nanik yang diajukan karena alasan kesehatan tersebut mendapat penghormatan dan doa kesembuhan dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris. "Saya mendoakan agar beliau diberikan kelancaran dalam menjalani pengobatan dan segera pulih," kata Charles.
Politikus PDI Perjuangan itu menekankan bahwa suksesi kepemimpinan di tubuh BGN tidak boleh dipandang sekadar pergantian figur semata, melainkan harus dibarengi perbaikan mendasar pada pelaksanaan program di lapangan.
"Ya, yang jauh lebih penting itu momentum untuk melakukan perbaikan menyeluruh terhadap tata kelola program MBG," kata Charles. DPR mencatat serangkaian kendala serius masih membayangi pelaksanaan MBG, mulai dari kasus keracunan massal, kelemahan tata kelola operasional, hingga potensi konflik kepentingan.
Evaluasi mendalam dan perancangan ulang tata kelola MBG dinilai menjadi tugas krusial bagi sosok yang bakal memimpin BGN ke depan. "Lebih aman, lebih akuntabel, dan sesuai dengan kemampuan fiskal negara," lanjut Charles.
Fungsi pengawasan ketat dipastikan bakal terus dijalankan Komisi IX DPR RI guna memastikan transisi kepemimpinan ini benar-benar membawa perubahan positif bagi masyarakat. "Ya, yang terpenting bukan hanya siapa yang memimpin, tetapi apakah rakyat benar-benar mendapatkan manfaat dari program ini secara aman, efektif, dan berkelanjutan," ungkapnya.