DPR dan BUMN Bahas Buyback Saham Antisipasi Volatilitas Pasar

Share

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menggelar pertemuan dengan pemerintah dan petinggi Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) di Gedung DPR RI Jakarta pada Selasa (9/6/2026) guna membahas volatilitas pasar modal serta aksi korporasi pembelian kembali atau buyback saham BUMN.

Dilansir dari Detik Finance, rapat tertutup tersebut turut dihadiri oleh Ketua Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Berdasarkan hasil pertemuan, saham-saham bank pelat merah dinilai memiliki kinerja fundamental yang bagus dan penurunan yang terjadi sejalan dengan gejolak pasar global.

"Sebenarnya bagus-bagus, tapi kemudian dengan situasi pasar yang dipengaruhi global kemudian berdampak," ujar Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Sebelum pertemuan di DPR tersebut digelar, sejumlah emiten BUMN tercatat telah mengumumkan rencana aksi korporasi buyback saham melalui keterbukaan informasi. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang menyiapkan dana maksimal Rp1,17 triliun untuk periode buyback mulai 30 April 2026 hingga 29 April 2027.

"Program Buyback ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan terhadap nilai jangka panjang dan prospek yang dimiliki Perseroan. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, serta menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan dalam usaha Perseroan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan," tulis Manajemen Bank Mandiri.

Aksi serupa juga diambil oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin (9/3/2026). BNI mengalokasikan dana transaksi buyback maksimal sebesar Rp905,48 miliar termasuk biaya transaksi dengan tetap memperhatikan regulasi pasar modal.

"Keputusan buyback ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap prospek jangka panjang Perseroan sekaligus memberikan ruang fleksibilitas dalam penguatan permodalan," kata Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo.

Selain sektor perbankan, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) turut mengumumkan aksi buyback saham dengan nilai mencapai Rp4 triliun. Langkah ini disetujui dalam RUPST yang digelar pada Senin (8/6/2026) dan akan dilaksanakan dalam periode 12 bulan hingga 8 Juni 2027.

"Tahun ini, kami melakukan percepatan dalam eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur, serta memastikan setiap langkah yang diambil mampu berkontribusi dalam membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," ungkap Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author