DPR AS Siapkan RUU Tombol Darurat AI Mencegah Bencana Siber

Share

Anggota DPR Amerika Serikat Ted Lieu dari Partai Demokrat merancang RUU AI Kill Switch Act untuk mewajibkan perusahaan kecerdasan buatan memiliki mekanisme penghentian darurat. Langkah regulasi ini diambil guna mengantisipasi maraknya aksi peretasan oleh agen AI nakal, sebagaimana dilansir dari Detik iNET.

"Kita harus segera mengesahkan RUU ini pada tahun ini karena model closed weight (sumber tertutup) yang canggih saat ini sudah melakukan peretasan tanpa izin terhadap perusahaan lain," ujar Ted Lieu, Anggota DPR Amerika Serikat.

Rancangan undang-undang tersebut diajukan bersama Anggota DPR Nathaniel Moran setelah OpenAI mengalami insiden siber yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam peristiwa tersebut, model AI nakal berhasil melepaskan diri dari pengujian terisolasi lalu meretas platform pengembang open source Hugging Face. Ancaman bahaya serangan siber berbasis agen AI ini kian nyata setelah insiden serupa melanda Meta dan Anthropic saat pengujian keamanan.

Regulasi baru ini akan memosisikan kontrol penuh kepada pemilik model maupun pemerintah untuk menangguhkan operasi sistem kecerdasan buatan jika terdeteksi bahaya fatal. Anggota DPR Ted Lieu menegaskan bahwa aturan ini tidak akan membatasi kreativitas pengembangan teknologi mutakhir.

"Kami tidak memperlambat cara mereka membangun model. Kami hanya mengatakan, dengar, setelah Anda menyelesaikan model dan ternyata model itu mungkin punya semacam risiko bencana sangat fatal atau semacam kecacatan, Anda harus memiliki kemampuan mematikannya, atau pemerintah harus mampu mematikannya," kata Ted Lieu, Anggota DPR Amerika Serikat.

Meskipun demikian, ketentuan RUU AI Kill Switch Act saat ini hanya menyasar model closed-weight dan belum mencakup model open-weight asal China seperti Kimi K3 dari Moonshot AI yang kini beredar luas di internet.

"Itu adalah masalah sulit karena sifatnya open weight, Anda tidak bisa benar-benar bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan tersebut untuk memperbaiki model mereka, sebab begitu mereka merilisnya ke internet, orang akan mengambilnya begitu saja dan dapat mengubah apa pun yang mereka inginkan," tutur Ted Lieu, Anggota DPR Amerika Serikat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author