Donald Trump Ancam Iran Buat Kesepakatan atau Penyerahan Total

Share

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melanjutkan blokade militer hingga Iran menyetujui kesepakatan atau melakukan penyerahan total, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Senin (3/8/2026).

Ancaman keras tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth setelah pihak pemerintah Iran secara terbuka membantah adanya negosiasi bilateral dengan pihak Washington.

Trump mengritik sikap kepemimpinan Iran yang dinilainya tidak jujur kepada publik mengenai proses diplomasi yang sedang berjalan.

"Kepemimpinan Iran sungguh munafik! Mereka meminta pertemuan, sebagian orang mengatakan 'memohon' pembicaraan dimulai, dengan lebih banyak pertemuan dijadwalkan dalam waktu dekat, dan mereka mengatakan, secara terbuka dan bangga, bahwa mereka tidak mengadakan diskusi apa pun, bahwa tidak ada yang dibicarakan, dan mereka hanya berurusan dengan 'Oman'," tulis Trump.

Selain itu, Trump juga membantah klaim Iran terkait kontrol navigasi di kawasan Selat Hormuz.

"Kemudian mereka melanjutkan dengan omong kosong mereka yang biasa dengan mengatakan, Selat Hormuz akan dioperasikan secara kuat oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Blokade' kita atau, seperti yang dikatakan sebagian orang, "Tembok Baja Amerika Serikat!" katanya.

Ia menuntut penyerahan total serta menegaskan komitmen AS untuk menghadang ambisi nuklir Tehran.

"Tidak ada yang bisa sampai ke Iran, kecuali jika kita menginginkannya, dan tidak akan ada yang bisa sampai, kecuali jika Kesepakatan, atau Penyerahan Total, tercapai. Terlepas apakah Iran mau mengakuinya atau tidak, kita sebenarnya sedang membicarakan solusi untuk masalah yang telah mereka sebabkan selama beberapa dekade. Sangat sederhana, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!" pungkasnya.

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan dalam konferensi pers mingguan bahwa negaranya hanya berkomunikasi dengan pihak Oman khusus untuk mengamankan jalur pelayaran Selat Hormuz.

"Saat ini kami tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Negosiasi kami adalah dengan Oman untuk mengamankan jalur melalui Selat Hormuz," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Baghaei menambahkan bahwa kesepakatan dengan Oman tidak serta-merta membuka kembali kawasan selat tersebut selama aksi agresi militer AS masih terus berlangsung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author