Dokter PPDS FK USU Meninggal Diduga Akibat Tekanan dan Perundungan
Dokter residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Universitas Sumatera Utara, dr Josapat Bima Sakti Sitepu, meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2026), dilansir dari Detik Health. Korban diduga menghadapi tekanan ekonomi serta perundungan sebelum wafat.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai kronologi pasti meninggalnya almarhum. Kendati demikian, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menerima laporan bahwa almarhum diduga menggunakan obat anestesi untuk dirinya sendiri.
"Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa almarhum menghadapi tekanan ekonomi dan diduga ada bully," jelas Kabid Humas PB-IDI, dr Cashtry Meher.
Pihak PB-IDI menyatakan bahwa laporan tersebut masih perlu dipastikan kebenarannya melalui proses pemeriksaan resmi.
"Meski begitu, informasi tersebut masih belum dapat diverifikasi, sehingga PB-IDI mendorong Kemenkes untuk melakukan investigasi," kata dr Cashtry Meher.
Upaya penelusuran fakta dinilai penting untuk membenahi iklim pendidikan kedokteran serta tata kelola obat-obatan medis.
"Dalam konteks evaluasi sistem, PB-IDI mendorong Kementerian Kesehatan untuk melihat persoalan ini sebagai bagian dari penguatan keselamatan obat dan perlindungan tenaga kesehatan," tegas dr Cashtry Meher.
Organisasi profesi dokter tersebut juga menyampaikan duka cita atas berpulangnya peserta didik spesialis tersebut.
"Bagi kami, setiap kehilangan seorang dokter adalah kehilangan bagi keluarga, bagi sejawat, dan juga bagi bangsa," tutur dr Cashtry Meher.
Sebagai langkah lanjut, PB-IDI siap berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan pihak terkait demi menghasilkan perbaikan sistem yang konkret.