Dokter Spesialis Orthopaedi Imbau Peserta Lomba Kemerdekaan Waspadai Cedera
Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi dr Oryza Satria, SpOT(K) dari Mayapada Hospital mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sinyal bahaya tubuh saat berpartisipasi dalam perlombaan Hari Kemerdekaan, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Minggu (16/8/2026). Euforia perlombaan fisik seperti balap karung, tarik tambang, hingga panjat pinang kerap membuat peserta mengabaikan rasa lelah demi meraih kemenangan. "Peserta sebaiknya langsung berhenti bila muncul nyeri tajam mendadak, rasa seperti robek atau bunyi 'pop', sendi terasa tidak stabil, kehilangan kekuatan secara tiba-tiba, tidak mampu menapak atau menggunakan anggota tubuh secara normal, kesemutan atau mati rasa, pusing, sesak, atau merasa hampir pingsan," kata dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital.
Rasa pegal dan lelah secara umum merupakan hal normal setelah aktivitas fisik, namun pemaksaan diri saat muncul gangguan fungsi sendi atau nyeri tidak biasa berisiko memicu cedera.
"Yang paling sering biasanya cedera ringan seperti lecet, memar, keseleo, strain otot, dan nyeri setelah aktivitas," kata dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital. Gerakan eksplosif, tarikan mendadak, serta permukaan area lomba yang licin menjadi pemicu utama munculnya gangguan fisik pada tubuh peserta.
"Tetapi sesekali bisa terjadi cedera yang lebih serius seperti dislokasi bahu, patah tulang pergelangan tangan atau lengan, cedera ligamen, bahkan cedera kepala akibat jatuh," kata dr Oryza Satria, SpOT(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Mayapada Hospital.