Dokter Anak Kritik Konten Kreator yang Tirukan Perilaku ABK

Share

Aksi seorang konten kreator TikTok yang menirukan perilaku anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam unggahan videonya menuai protes keras dari dokter anak dan pemerhati disabilitas karena dinilai merendahkan serta memperkuat stigma negatif.

Aktivitas peniruan perilaku ABK tersebut dilakukan oleh akun @violettaxandrea dalam beberapa video sehari-hari yang juga memuat promosi merek kecantikan, sebagaimana dilansir dari HaiBunda pada Jumat (5/6/2026).

Kritik tajam datang dari dokter anak dr. Adam Prabata yang meluapkan amarahnya melalui unggahan di media sosial Instagram karena menganggap konten tersebut sebagai bentuk diskriminasi.

"MARAH BANGET!!! Ini gak cuma di satu video, tapi ada di video-video orang ini lainnya," tulis dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Ia menegaskan bahwa tindakan menormalisasi perilaku tersebut sebagai hiburan sama sekali tidak lucu dan berisiko mengganggu kesehatan mental para penyandang disabilitas berdasarkan sejumlah hasil penelitian ilmiah.

"Video kaya begini termasuk ke dalam ableism yang merupakan bentuk prasangka dan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas. Hitungannya sudah MERENDAHKAN mereka!" sambung dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Penelitian pada Journal of Media Psychology tahun 2024 turut menunjukkan bahwa humor disabilitas dapat mengurangi empati penonton serta memicu ejekan hingga cyberbullying bagi korbannya.

"Hal-hal kaya begini yang dinormalisasi, apalagi dijadikan konten hiburan, hitungannya GAK LUCU! Karena bisa memperkuat stigma sosial yang berdampak nyata terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan penyandang disabilitas," ungkap dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Dampak emosional yang ditimbulkan dari tayangan ableism ini meliputi rasa malu yang berpotensi memicu gejala depresi serta kecemasan bagi penyandang disabilitas yang menontonnya.

"Penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas yang menonton atau melihat perilaku ableism ini berisiko mengalami masalah kesehatan mental, termasuk rasa malu (shame) yang memicu gejala depresi dan kecemasan," ujar dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Melalui pernyataannya, Adam berharap agar konten hiburan yang menggunakan humor diskriminatif seperti ini tidak lagi diproduksi oleh para pembuat konten di media sosial.

"Penelitian lain tahun 2024 di Journal of Media Psychology meneliti mengenai humor disabilitas dan menemukan bahwa humor semacam ini justru memperkuat stereotype negatif, mengurangi empati penonton, dan menyebabkan distress emosional bagi penyandang disabilitas, meskipun pembuat konten mengklaim "hanya bercanda". Korban sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan self-censorship karena takut diejek lebih lanjut." tutur dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Pihak konten kreator sendiri telah menyadari kekeliruannya setelah video tersebut viral dan mendapatkan gelombang kecaman dari netizen di berbagai platform digital.

"Cukup marah-marahnya. Semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini!" kata dr. Adam Prabata, Dokter Anak.

Menanggapi polemik yang terjadi, pemilik akun @violettaxandrea kemudian mengunggah sebuah video klarifikasi untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka pada Kamis (4/6/2026).

"Izinkan aku untuk membuat klarifikasi ulang ya. Aku meminta maaf atas sikap aku yang tidak bijak dalam pembuatan konten, sehingga banyak menyinggung pihak-pihak disabilitas dan anak-anak berkebutuhan khusus. Aku memohon maaf dan aku sangat menyesal atas semua yang telah aku lakukan, dan aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Konten Kreator, @violettaxandrea.

Ia juga memberikan penjelasan mengenai alasan mengapa beberapa video terkait masih belum dihapus dari akun pribadinya hingga saat ini.

"Mohon maaf jika beberapa VT (video) yang masih ada dikarenakan kontak kerja sama dengan brand yang tidak bisa aku hapus sepihak. Mohon maaf sekali lagi yang sebesar-besarnya atas semua yang telah aku lakukan. Izinkan aku untuk bebenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Terima kasih." pungkas Konten Kreator, @violettaxandrea.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author