Dokter Spesialis Kandungan Menjelaskan Dua Jenis Kista Ovarium Wanita
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi wanita kembali mencuat setelah adanya pengakuan viral seorang warga Bekasi yang mengaitkan kebiasaan mengonsumsi seblak hampir setiap hari dengan penyakit kista ovarium yang dideritanya.
Narasi yang berkembang di media sosial tersebut bahkan mengaitkan konsumsi makanan pedas dan asin seperti seblak serta bakso sebagai pemicu kanker ovarium, sebagaimana dilansir dari HaiBunda.
Menanggapi fenomena tersebut, dokter spesialis Obstetri & Ginekologi dari Brawijaya Hospital memberikan penjelasan mendalam mengenai karakteristik penyakit yang menyerang organ reproduksi perempuan ini pada Kamis (7/5/26).
"Jadi setiap wanita, dalam fase reproduksi atau fase subur sebelum mereka menopause, mereka pasti akan memiliki kista fungsional atau hormonal. Setiap bulan ketika mereka mengalami siklus menstruasi, itu kan selalu dihasilkan sel telur yang matang ya," kata dr Med. Firman Santoso, SpOG.
Kondisi hormonal tersebut bersifat alami dan akan dialami oleh setiap perempuan yang berada dalam masa subur.
"Nah itu kita sebutnya kita yang fungsional, yang come and gone terus berlangsung sepanjang umur hidupnya sampai pasien ini menopause. Baru nanti kista fungsional tidak akan ada lagi," ujar dr Med. Firman Santoso, SpOG.
Sebaliknya, jenis kista disfungsional atau kista tidak normal berpotensi mengganggu kualitas hidup penderitanya karena memiliki variasi jenis yang beragam, termasuk jenis endometriosis.
"Kemudian ada juga kista jenis dermoid, yang merupakan kista bawaan. Jadi isinya itu rambut, gigi, tulang. Jadi kalau menurut masyarakat kita kayak disantet, padahal bukan," ungkap dr Med. Firman Santoso, SpOG.
Selain tipe dermoid, terdapat pula jenis kista lain yang memiliki struktur dan karakteristik pertumbuhan yang berbeda di dalam tubuh.
"Kemudian ada jenis kista-kista yang lain, seperti jenis mucinous cystadenoma, serous cystadenoma. Kemudian kista jenis lain yang bercampur dengan komponen tumor jinak, misalnya fibroma itu isinya bukan lagi cairan tapi merupakan tumor padat," lanjut dr Med. Firman Santoso, SpOG.
Kerentanan terhadap kista disfungsional ini umumnya mengintai perempuan dari usia remaja hingga dewasa dalam rentang umur 20-an sampai 50-an tahun yang dipicu oleh faktor gaya hidup tidak sehat.