Dokter Gigi Anak Jelaskan Penyebab dan Cara Atasi Gigi Anak Menghitam

Share

Pemenuhan asupan zat besi menjadi aspek krusial untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Meski demikian, dalam beberapa situasi, pemberian suplemen zat besi justru memicu perubahan warna menjadi kehitaman pada gigi si kecil.

Zat besi memiliki fungsi vital dalam memproduksi sel darah merah, menguatkan sistem imunitas, serta menunjang perkembangan otak. Nutrisi ini umumnya diperoleh dari konsumsi daging merah, hati, sayuran hijau, kacang-kacangan, maupun suplemen tambahan.

Efek samping berupa kemunculan noda hitam akibat suplemen tersebut kerap menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Dilansir dari HaiBunda, dokter spesialis gigi anak, drg. Aulia N. Ainayah, Sp.KGA, MARS, membenarkan bahwa suplemen zat besi dapat memicu perubahan warna gigi.

Aulia menerangkan bahwa perubahan yang terjadi sebatas noda yang menempel pada lapisan luar gigi dan bukan indikasi kerusakan struktural.

"Konsumsi zat besi apalagi dalam jumlah tinggi dan dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan noda kehitaman pada gigi, terutama yang bentukkan sediannya sirup. Jadi, dia bisa menempel di permukaan gigi," kata Aulia.

Para orang tua tidak perlu panik karena noda tersebut tidak bersifat permanen dan dapat dibersihkan secara medis. Kondisi ini juga berbeda dengan gejala gigi berlubang yang membusuk.

"Noda ini bersifat sementara karena hanya menempel saja di gigi. Tapi dia noda yang nempel di gigi. Kayak misalnya teh, minum teh itu. Teh kalau lama-lama di gelas kan dia nodanya nempel kan di gelasnya," jelasnya.

Tindakan medis berupa scaling menjadi salah satu opsi efektif untuk meluruhkan plak maupun noda yang mengendap pada permukaan gigi. Prosedur ini aman diterapkan pada pasien anak-anak dengan indikasi klinis yang tepat.

"Scaling pun juga aman dilakukan meskipun pada usia balita, tetapi dengan indikasi yang sesuai, seperti noda kehitaman, plak, atau karang di gigi. Nah, prosedur ini juga dilakukan dengan alat khusus dan pendekatan yang ramah anak," imbuhnya.

Walau aman, proses scaling tidak bersifat wajib untuk seluruh anak dan harus didasarkan pada urgensi serta hasil pemeriksaan dokter gigi terlebih dahulu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author