DOJ Hentikan Penyelidikan Antimonopoli Akuisisi Warner Bros oleh Paramount

Share

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi menghentikan penyelidikan antimonopoli terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery Inc. oleh Paramount Skydance Corp. senilai US$110 miliar pada Sabtu, 13 Juni 2026, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

Otoritas federal menilai transaksi raksasa tersebut tidak berpotensi merugikan konsumen ataupun menghambat persaingan di industri perfilman dan televisi. Pengawasan ketat yang dilakukan oleh regulator selama delapan bulan terakhir kini dipastikan tidak menghasilkan tuntutan perubahan apa pun.

"Seluruh upaya investigasi tersebut menghasilkan kesimpulan yang sama, yakni industri film dan televisi sangat dinamis dan transaksi yang diusulkan tidak mungkin merugikan persaingan maupun konsumen Amerika," kata DOJ dalam pernyataannya.

Persetujuan tanpa syarat ini sejalan dengan kebijakan di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang cenderung mengizinkan merger besar berjalan. Kepala Paramount David Ellison sebelumnya telah bertemu dengan Pelaksana Tugas Asisten Jaksa Agung Bidang Antimonopoli Omeed Assefi untuk membahas langkah strategis ini.

Dalam pertemuan tersebut, pihak korporasi meyakinkan regulator bahwa penggabungan ini akan memperkuat daya saing Hollywood dalam menghadapi dominasi platform teknologi raksasa. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan peta persaingan yang sehat di industri hiburan.

"Transaksi ini bersifat pro-persaingan dan akan menghasilkan perusahaan yang lebih kuat untuk bersaing melawan platform teknologi dominan dalam industri yang semakin ditentukan oleh persaingan ketat memperebutkan penonton, talenta, teknologi, dan investasi," kata Paramount dalam pernyataannya.

Pihak Paramount kini memfokuskan seluruh upaya untuk merampungkan transaksi agar manfaatnya segera menyebar ke ekosistem industri. Kendati demikian, kelompok jaksa agung negara bagian yang dipimpin California masih melanjutkan penyelidikan terpisah dan berpotensi menyiapkan gugatan hukum.

Rencana merger ini juga memicu penolakan dari kalangan Demokrat serta komunitas kreatif Hollywood yang mengkhawatirkan berkurangnya lapangan kerja dan meningkatnya biaya produksi. Namun, DOJ menolak kekhawatiran tersebut karena menilai permintaan terhadap tenaga kerja kreatif akan tetap tinggi seiring insentif perusahaan untuk meningkatkan produksi konten.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author