Direktur RANS Mundur Dua Minggu Setelah IPO di BEI
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) mengumumkan pengunduran diri Direktur Grandy Prajayakti pada 22 Juli 2026, dua minggu setelah perseroan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juli 2026.
Grandy mengundurkan diri atas alasan pribadi, demikian disampaikan oleh Direktur Keuangan RANS, Rumunggu Yokonapita, dalam keterbukaan informasi pada Jumat (24/7/2026).
RANS telah melaksanakan penawaran umum perdana saham (IPO) dengan melepas 20,02% saham kepada publik, menghimpun dana sekitar Rp429 miliar dengan harga penawaran Rp170 per saham. Pada penutupan perdagangan 24 Juli 2026, harga saham RANS naik menjadi Rp214 per lembar.
Grandy Prajayakti mulai menjabat sebagai Direktur RANS sejak 2025 dan memiliki pengalaman luas di berbagai anak usaha RANS sejak 2023, termasuk di bidang strategi pemasaran, manajemen operasi bisnis, serta pengembangan proyek strategis.
"Pengunduran diri tersebut disampaikan atas alasan pribadi," kata Rumunggu Yokonapita. Ia menambahkan bahwa perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham atas pengunduran diri tersebut.
Rumunggu juga memastikan keputusan mundurnya Grandy tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha RANS.
Selain itu, RANS berencana melakukan penelaahan terbatas (limited review) atas laporan keuangan interim untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. Proses ini akan dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono & Chandra.
"Tujuan pelaksanaan penelaahan terbatas sesuai dengan pertimbangan manajemen perseroan untuk meningkatkan kualitas pengawasan atas laporan keuangan perseroan," ujar Rumunggu Yokonapita.
Hasil penelaahan terbatas tersebut akan dilaporkan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.