Dinsos Kalsel Soroti Ancaman Perundungan hingga Radikalisme Anak

Share

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan menyoroti makin beragamnya bentuk ancaman sosial yang mengintai anak-anak, mulai dari aksi perundungan, pelecehan dan eksploitasi seksual, penyalahgunaan narkoba, tawuran, geng motor, hingga paparan radikalisme. Peringatan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinsos Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie saat membuka acara Sehari Bersama Anak Tahun 2026 di Banjarbaru pada Rabu, 23 Juli 2026.

Pemerintah Daerah Kalimantan Selatan menilai ancaman sosial tersebut berpotensi besar menghambat proses tumbuh kembang anak sekaligus merusak kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut pada masa mendatang. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat diajak untuk meningkatkan upaya perlindungan secara menyeluruh.

"Anak merupakan aset bangsa sekaligus generasi penerus yang menentukan masa depan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, aman, sehat, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi," kata Kepala Dinsos Kalimantan Selatan Muhammad Farhanie.

Langkah perlindungan terhadap anak dinilai sebagai amanat langsung dari konstitusi negara, sebagaimana termaktub dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Aturan tersebut menjamin setiap anak untuk hidup, berkembang, berpartisipasi, serta terbebas dari tindakan kekerasan maupun diskriminasi.

"Semakin baik kualitas anak saat ini, semakin besar pula peluang terwujudnya generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah maupun nasional," ujar Farhanie.

Ia menambahkan, sinergi antara lingkungan keluarga, pihak sekolah, pemerintah, dan elemen masyarakat sangat dibutuhkan guna menciptakan ruang yang aman. Pembentukan lingkungan kondusif ini krusial agar seluruh anak di Kalimantan Selatan memperoleh kesempatan setara dalam mengasah potensi dan meraih cita-cita mereka.

"Melindungi anak berarti menyiapkan masa depan daerah dan bangsa," kata Farhanie, dilaporkan Republika.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author