Studi Ungkap Diet Yoyo Picu Lonjakan Berat Badan Berlebih Saat Hamil

Share

Siklus penurunan dan kenaikan berat badan secara cepat atau diet yoyo berpotensi membawa dampak jangka panjang bagi ibu hamil. Perempuan yang memiliki riwayat diet ini berisiko mengalami lonjakan berat badan berlebih selama masa kehamilan. Fenomena ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dipublikasikan di JAMA Network Open, seperti dilansir dari HaiBunda.

Para peneliti melakukan analisis terhadap data milik 1.188 ibu hamil yang terlibat dalam New Hampshire Birth Cohort Study. Pengamatan data tersebut dilakukan oleh tim riset dalam rentang waktu antara April 2024 hingga September 2025. Hasilnya menunjukkan hampir separuh dari total partisipan perempuan melaporkan setidaknya pernah mengalami satu kali fase fluktuasi berat badan akibat diet.

Para peneliti menemukan adanya keterkaitan erat antara frekuensi fluktuasi berat badan sebelum hamil dengan lonjakan massa tubuh saat mengandung. Penambahan berat badan ketika hamil tercatat terus meningkat seiring banyaknya siklus diet yoyo yang pernah dilakukan.

Risiko kenaikan berat badan di atas batas rekomendasi naik hampir tiga kali lipat pada perempuan yang melewati tiga kali atau lebih siklus naik turun berat badan. Kondisi ini tetap dinilai signifikan meski tim peneliti telah memperhitungkan faktor usia, kebiasaan merokok, tingkat pendidikan, dan indeks massa tubuh peserta. Diet yoyo atau yang dikenal dengan istilah weight cycling juga memicu berbagai masalah kesehatan lain menurut catatan Web MD dan Healthline. Salah satu dampak yang paling sering muncul adalah penurunan massa otot tubuh.

Ketika berat badan turun, tubuh akan kehilangan lemak sekaligus massa otot. Namun, saat berat badan kembali naik, jaringan lemak akan terbentuk lebih dahulu sementara nafsu makan tetap tinggi hingga otot kembali ke kondisi semula. Siklus yang berulang sebanyak tiga kali berpotensi memicu tiga masalah sekaligus. Kondisi tersebut meliputi pertambahan berat badan, penumpukan lemak, serta pengurangan massa otot secara drastis.

Risiko Diabetes dan Gangguan Kondisi Psikologis

Efek lain dari diet yoyo adalah munculnya reaksi peradangan di dalam tubuh serta peningkatan resistensi terhadap hormon insulin. Beberapa penelitian mengaitkan pola fluktuasi berat badan ini dengan kemunculan penyakit diabetes tipe 2.

Peningkatan risiko diabetes tipe 2 umumnya mengintai individu yang mengalami kenaikan berat badan lebih tinggi daripada kondisi sebelum memulai program diet. Selain fisik, fluktuasi berat badan yang tidak stabil ini turut memengaruhi kondisi psikologis seseorang.

Orang dewasa dengan riwayat weight cycling sering kali melaporkan rasa tidak puas terhadap kehidupan serta kondisi kesehatan mereka. Hal tersebut dipicu oleh efek penurunan berat badan yang cepat hilang sehingga menimbulkan perasaan kehilangan kendali atas tubuh sendiri.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author