Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein Bantu Capai Berat Badan Ideal
Diet Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP) dapat membantu seseorang mendapatkan berat badan ideal melalui metode yang sehat. Pola makan ini dirancang dengan memberikan asupan energi dan protein tambahan bagi tubuh. Dilansir dari HaiBunda, rencana makan ini sangat sesuai bagi individu yang mengalami penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, atau memiliki masalah kesehatan akibat tubuh terlalu kurus.
Pola diet ini juga direkomendasikan bagi pasien pascaoperasi atau setelah sembuh dari sakit. Tambahan kalori di dalam menu harian berfungsi membantu peningkatan berat badan serta menyediakan energi yang lebih banyak. Sementara itu, asupan protein ekstra berperan penting dalam mempercepat pemulihan jaringan tubuh dan meningkatkan kekuatan fisik.
Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics tahun 2020 menemukan bahwa diet tinggi kalori dan tinggi protein dapat meningkatkan berat badan pada pasien perawatan residensial.
"Diet tinggi kalori dan tinggi protein direkomendasikan bila seseorang tidak cukup makan untuk mempertahankan berat badannya atau mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Diet ini mencakup asupan kalori dan protein yang lebih tinggi daripada diet biasa," kata ahli diet Kierra Brown. Penerapan diet ini pada dasarnya melibatkan makanan dari seluruh kelompok pangan. Meski demikian, jumlah kebutuhan kalori dan protein tetap harus disesuaikan berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, serta tingkat aktivitas harian.
Terdapat beberapa panduan penting yang perlu diperhatikan saat menjalani program ini. Konsumsi makanan tinggi kalori dan protein yang mudah dicerna sangat disarankan, disertai sayur dan buah yang kaya vitamin serta mineral. Frekuensi makan dianjurkan menjadi lebih sering namun dalam porsi kecil, yakni hingga 6 kali dalam sehari. Pembagiannya terdiri dari 3 kali makan besar dan 3 kali sesi camilan pada waktu yang teratur tanpa melewatkan jadwal makan.
Cita rasa hidangan dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan berbagai macam bumbu. Proses pengolahan makanan juga bisa divariasikan dengan cara digoreng, dipanggang, atau ditumis agar terasa lebih lezat dibandingkan hanya direbus. Penerapan pola makan ini juga harus diimbangi dengan gaya hidup sehat lainnya. Individu disarankan melakukan olahraga atau latihan fisik yang cukup tanpa berlebihan, beristirahat sekitar 8 jam sehari, serta mengelola pemicu stres.
Jenis Makanan dan Contoh Menu
Beberapa jenis bahan pangan yang sangat dianjurkan dalam diet ini meliputi yoghurt, keju, telur utuh, minyak zaitun, daging sapi, daging ayam, serta ikan berlemak seperti salmon. Tahu, susu murni, susu kedelai, bubuk protein, milkshake, atau smoothie buatan sendiri juga baik dikonsumsi.
Pilihan sumber karbohidrat dan lemak sehat lainnya meliputi selai kacang, buah kering, alpukat, roti gandum utuh, granola, quinoa, havermut, bubur gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, serta kentang atau ubi jalar. Contoh menu harian yang bisa diterapkan dimulai dengan makan pagi berupa 1 cangkir sereal, 1 cangkir susu murni, 1 buah, dan 8 ons jus. Sesi makan siang terdiri dari 4 ons dada ayam, 1 lembar roti gandum utuh, 1/2 buah alpukat, 2 lembar tomat, dan 1 cangkir susu murni.
Sesi makan malam dapat ditutup dengan konsumsi 4 ons salmon panggang, 1 cangkir nasi merah, serta 1 cangkir sayuran matang. Selama menjalani program ini, konsumsi makanan yang terlalu manis, gurih, atau tinggi lemak seperti permen dan kue harus dihindari menjelang waktu makan besar.
Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat disarankan sebelum memulai diet TKTP. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pola makan yang dijalankan telah sesuai dengan kondisi fisik dan status kesehatan ter-update.