Diagnosis Keliru Appendicitis Fahira Almira Pahami Gejala Usus Buntu

Share

Pengalaman selebgram Fahira Almira terkait perbedaan diagnosis medis yang diterimanya mendadak tular di media sosial. Ia sempat mendapatkan vonis radang usus buntu atau appendicitis dari tiga rumah sakit di Indonesia, namun dokter di Penang, Malaysia, justru tidak menemukan indikasi penyakit tersebut. Peristiwa ini menarik perhatian publik mengenai kerumitan proses identifikasi radang usus buntu.

Seperti dikutip dari Detik Health, pemahaman terhadap karakteristik organ serta kemunculan indikasinya menjadi krusial sebelum tindakan medis diambil. Penyakit appendicitis dipicu oleh tersumbatnya saluran kantung jaringan tipis yang menempel pada usus besar. Organ berukuran 7 hingga 10 sentimeter ini terletak di area perut kanan bawah.

Penyumbatan umumnya disebabkan oleh penumpukan kotoran yang memicu infeksi dan pembengkakan. Jika dibiarkan tanpa penanganan, organ yang membengkak berisiko pecah dan menyebarkan bakteri berbahaya ke seluruh rongga perut hingga aliran darah.

Kondisi pecahnya organ ini tergolong darurat medis yang dapat mengancam jiwa. Oleh sebab itu, pengangkatan organ melalui prosedur bedah menjadi standar utama pengobatannya.

Perkembangan Indikasi Klinis pada Tubuh

Gejala awal radang usus buntu ditandai dengan rasa tidak nyaman di area tengah perut atau sekitar pusar. Sensasi nyeri ini dapat muncul bertahap dan makin menguat seiring berjalannya waktu, sering kali disertai rasa mual dan muntah.

Dalam hitungan jam, lokasi nyeri secara spesifik berpindah ke bagian kanan bawah perut. Pada fase ini, rasa sakit menetap di satu titik dan intensitasnya meningkat tajam.

Selain nyeri perut dan rasa mual, sekitar 40 persen penderita juga mengalami demam. Indikasi pendukung lain meliputi kondisi tubuh lesu (malaise), perut membesar, gangguan buang air kecil, hingga frekuensi buang air besar yang meningkat.

Kondisi Medis yang Menyerupai Appendicitis

Proses identifikasi kondisi ini terbilang rumit karena gejalanya sering kali serupa dengan gangguan kesehatan lain. Hal ini lebih kerap dijumpai pada pasien wanita lantaran letak organ panggul, reproduksi, dan saluran kemih berdekatan dengan usus buntu.

Beberapa penyakit yang kerap memperlihatkan keluhan serupa meliputi:

  • Penyakit radang panggul dan kista ovarium
  • Infeksi saluran kemih serta batu ginjal
  • Penyakit radang usus, divertikulitis kolon, dan gastroenteritis
  • Pankreatitis serta obstruksi usus

Prosedur Penegakan Diagnosis Medis

Tenaga kesehatan memulai penegakan diagnosis melalui wawancara medis mengenai riwayat keluhan dan pemeriksaan fisik perut. Penekanan area perut dilakukan untuk mendeteksi adanya nyeri tekan atau kekakuan otot.

Pemeriksaan lanjutan diperlukan jika indikasi klinis yang dialami pasien tidak khas. Pemeriksaan laboratorium melalui tes darah dilakukan guna melihat lonjakan sel darah putih atau kadar protein C-reaktif sebagai penanda peradangan.

Dokter juga mengandalkan teknologi pencitraan seperti USG perut atau CT scan untuk memastikan pembengkakan organ. Prosedur penunjang ini penting guna mengeliminasi kemungkinan timbulnya gejala akibat gangguan pada organ lain.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author