Delegasi Arab Saudi Hadiri Pemakaman Mantan Pemimpin Tertinggi Iran

Share

Delegasi dari 110 negara menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang berlangsung selama enam hari di Teheran setelah ia gugur dalam serangan udara Amerika Serikat-Israel pada 28 Februari lalu.

Kehadiran utusan dari berbagai negara tersebut dikonfirmasi oleh otoritas setempat, seperti dilansir dari Detikcom melalui laporan Al-Jazeera dan Xinhua pada Minggu (5/7/2026). Perwakilan Arab Saudi yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Walid Al-Khuraiji turut hadir memberikan penghormatan terakhir pada Jumat (3/1/2026), yang kemudian menjadi sorotan publik akibat pemilihan ayat Al-Qur'an oleh pihak Iran.

Prosesi pemakaman ini dihadiri oleh sejumlah pemimpin dan pejabat tinggi dunia, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, dan Presiden Georgia Mikheil Kavelashvili. Selain itu, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, politisi senior China He Wei, serta Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi juga datang ke Teheran. Indonesia sendiri mengirimkan Duta Besar RI di Tehran, Rolliansyah Soemirat, sebagai perwakilan resmi.

Suasana duka tersebut memicu perbincangan di media sosial setelah qari asal Iran melantunkan Surah Ali 'Imran ayat 13 saat delegasi Arab Saudi memberikan penghormatan di depan peti jenazah Ali Khamenei. Ayat tersebut berkisah tentang Pertempuran Badr dan dinilai warganet sebagai bentuk peringatan tersirat dari Iran kepada pihak Saudi.

"Sungguh, telah ada tanda (bukti) bagimu pada dua golongan yang bertemu (dalam pertempuran. Satu golongan berperang di jalan Allah dan (golongan) yang lain kafir yang melihat dengan mata kepala bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat jumlahnya. Allah menguatkan siapa yang Dia kehendaki dengan pertolongan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Kedatangan utusan Arab Saudi ini dianggap tidak terduga oleh sejumlah pihak menyusul ketegangan diplomatik yang sempat terjadi sebelumnya. Pada Maret lalu, Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud sempat mendesak Iran untuk meninjau kembali strateginya setelah terjadi rentetan serangan terhadap pangkalan Amerika Serikat di wilayah kerajaan.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Ali Khamenei arab saudi Iran
Editors Team
gilang-permana-putra
Author