Darren Cann Desak Perubahan Aturan Sepak Pojok Premier League

Share

Mantan asisten wasit Premier League Darren Cann mendesak perubahan regulasi sepak pojok setelah keputusan VAR menganulir gol West Ham United saat kalah dari Arsenal di Stadion London pada Minggu (10-5-2026) malam WIB.

Gol penyama kedudukan yang dicetak Callum Wilson pada menit-menit akhir pertandingan dibatalkan setelah peninjauan VAR yang dinilai sebagai salah satu keputusan paling kontroversial musim ini, sebagaimana dilansir dari Bola.

Pihak Premier League langsung memberikan klarifikasi resmi mengenai pembatalan gol tersebut melalui pernyataan tertulis yang diunggah di media sosial mereka.

"Setelah peninjauan VAR, wasit membatalkan keputusan awal gol untuk West Ham United," tulis Premier League.

Otoritas kompetisi tertinggi Inggris tersebut kemudian menambahkan rincian mengenai jenis pelanggaran yang terjadi di dalam kotak penalti Arsenal.

"Pengumuman wasit: Setelah peninjauan, pemain nomor 19 West Ham melakukan pelanggaran terhadap penjaga gawang. Keputusan akhir adalah tendangan bebas langsung," tulis Premier League.

Darren Cann, yang pernah bertugas di final Piala Dunia 2010 dan final Liga Champions, memberikan pandangan profesionalnya mengenai insiden tersebut dalam wawancara dengan media.

"Itu pelanggaran dari Pablo yang memegang lengan David Raya dan jelas menghalangi pergerakannya," kata Cann kepada BBC Radio 5 Live.

Cann mengamati adanya pelanggaran lain dari pemain West Ham berbeda yang luput dari sorotan utama namun memperkuat keputusan wasit.

"Selain itu, bajunya juga ditarik oleh Jean-Clair Todibo," kata Cann.

Meskipun memahami kekecewaan tim tuan rumah, Cann menegaskan bahwa keabsahan pelanggaran tidak berubah terlepas dari waktu terjadinya insiden.

"Sayangnya memang terasa menyakitkan bagi West Ham karena terjadi di akhir pertandingan, tetapi itu tetap pelanggaran. Itu intinya," kata Cann.

Cann menjelaskan bahwa kiper Arsenal David Raya sebenarnya berniat menangkap bola, namun kontak fisik dari Pablo membuat pergerakannya terhambat sepenuhnya.

"Lengannya berada di depan Raya, tetapi yang paling penting dia memegang lengan Raya. Raya tidak bisa menangkap bola karena pergerakannya benar-benar terhalang," kata Cann.

Saat berbicara dalam program "Match of the Day", Cann kemudian mengusulkan larangan bagi pemain menyerang untuk berada di area enam yard sebelum sepak pojok dilakukan.

"Saya merasa waktunya sudah tiba untuk mengubah aturan, yakni tidak boleh ada pemain menyerang di area enam yard sebelum sepak pojok diambil," kata Cann.

Cann menyamakan usulannya dengan regulasi tendangan gawang, di mana penyerang lawan harus berada di luar kotak penalti sebelum bola bergulir.

"Pada situasi sepak pojok, pemain menyerang seharusnya juga tidak boleh berada di area enam yard sebelum bola aktif," kata Cann.

Menurutnya, pembatasan ruang ini akan memberikan perlindungan alami bagi penjaga gawang sekaligus menyudahi perdebatan berkepanjangan.

"Hal itu akan menciptakan jarak alami dan memberi ruang bagi penjaga gawang sehingga kita tidak terus-menerus memperdebatkan situasi seperti ini," kata Cann.

Cann juga menyoroti maraknya aksi saling tarik antar-pemain sebelum bola ditendang, situasi yang membuat wasit tidak bisa menjatuhkan sanksi kartu atau penalti selama bola belum aktif.

"Banyak tim saling tarik dan bergulat sebelum bola aktif. Wasit juga tidak bisa memberikan penalti atau tendangan bebas tidak langsung jika bola belum dimainkan," kata Cann.

Menurut pria yang pernah bekerja bersama Howard Webb tersebut, regulasi baru yang ia usulkan dapat menjadi solusi mutakhir bagi permasalahan fisik ini.

"Kalau aturan itu diterapkan, situasi seperti ini bisa dihilangkan," kata Cann.

Akibat pembatalan gol ini, West Ham tertahan di papan bawah dan terancam semakin tertinggal dari Tottenham Hotspur yang berada di peringkat ke-17 dengan selisih empat poin jika berhasil mengalahkan Leeds United pada Selasa (12-5-2026) dini hari WIB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author