Dapur Female Lampung Memberdayakan Perempuan Lewat Usaha Ultra Mikro
Usaha kuliner Dapur Female yang dirintis oleh Dian Pustika Syarifuddin di Lampung sukses membuka kesempatan bagi kaum perempuan prasejahtera untuk belajar, bekerja, dan tumbuh menjadi mandiri secara ekonomi.
Pengembangan bisnis kuliner oleh nasabah PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Cabang Lampung tersebut melibatkan masyarakat sekitar secara inklusif, seperti dilansir dari Detik Finance pada Jumat (12/6/2026).
Mayoritas pekerja yang terlibat di dalam operasional usaha kuliner ini merupakan para ibu yang juga berstatus sebagai nasabah program PNM Mekaar.
"Ibu-ibu yang bekerja di Dapur Female ini sekitar 70 persen rata-rata adalah nasabah PNM Mekaar," ujar Dian Pustika Syarifuddin, Owner Dapur Female.
Inisiatif sosial Dian berlanjut ketika pihak dinas setempat mengajaknya ke sebuah wilayah dengan tingkat praktik tuna susila yang tinggi untuk memberikan pelatihan keterampilan membuat kue demi membuka peluang usaha baru.
"Saya pernah diajak oleh dinas ke suatu tempat yang tingkat tuna susilanya cukup tinggi. Di sana saya mengajarkan apa yang bisa saya ajarkan, seperti cara bikin kue dan jajanan pasar. Tantangannya cukup berat karena awalnya ada penolakan, tapi alhamdulillah dari kelompok itu ada dua orang yang sekarang sudah punya toko kue sendiri," ungkap Dian Pustika Syarifuddin, Owner Dapur Female.
Dua orang tersebut kini berhasil mengembangkan bisnis jajanan pasar yang awalnya dipasarkan keliling menggunakan sepeda motor hingga mampu mengoperasikan toko kue sendiri secara mandiri.
Melalui pendampingan yang konsisten dari PNM, para pelaku usaha ultra mikro mendapatkan tiga pilar modal utama yang meliputi modal finansial, modal intelektual, serta modal sosial.
Langkah ini sejalan dengan komitmen berkelanjutan dari PNM untuk terus mendampingi perempuan prasejahtera melalui sistem pembiayaan dan penguatan jejaring sosial berbasis kelompok.