Danantara Gelar Forum Strategis Perkuat Sinergi Ekonomi Nasional

Share

Danantara Indonesia menggelar Danantara Government Strategic Forum di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Kamis (18/6). Acara ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.

Dilansir dari Detik Finance, forum tersebut dihadiri oleh 249 peserta. Mereka terdiri dari jajaran pejabat eselon I dan II dari kementerian koordinator, kementerian teknis, serta lembaga berwenang lainnya.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyatakan Indonesia memiliki fondasi kuat sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dunia. Kolaborasi erat antara pemerintah dan sektor swasta dinilai menjadi kunci utama.

"Dengan kekuatan demografi, kekayaan sumber daya alam, dan meningkatnya kapasitas industri nasional, kita memiliki peluang besar untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, untuk mewujudkannya perlu adanya sinergi antara pemerintah dan swasta. Selain itu diperlukan juga investasi yang disiplin, terarah, dan berorientasi jangka panjang sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia.

Pengelolaan alokasi modal yang disiplin turut diungkapkan oleh Managing Director Investment Danantara Investment Management, Stefanus Ade Hadiwidjaja. Pendekatan tersebut difokuskan pada sektor prioritas guna mendukung proyek strategis jangka panjang.

Dari sisi pengelolaan aset negara, transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) didorong untuk memperkuat daya saing. Managing Director Finance Danantara Asset Management, Sahala Situmorang, menyoroti pentingnya optimalisasi kinerja operasional secara utuh.

Penguatan tata kelola institusional diharapkan membuat BUMN mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar. Hal ini akan memperbesar peran perusahaan negara dalam menopang laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Managing Director Chief Economist BPI Danantara, Reza Yamora Siregar, menyebut transformasi menuju negara maju merupakan tantangan utama. Indonesia dinilai sangat membutuhkan pertumbuhan produktif dengan sokongan investasi yang kuat.

Langkah strategis ini mutlak diperlukan untuk mencapai target Indonesia Emas 2045. Pendapatan per kapita masyarakat yang saat ini masih berada di kisaran US$5.000 menjadi pendorong perlunya peningkatan kapasitas ekonomi berkelanjutan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author