Dampak Arahan Presiden Prabowo Terkait Komisi Ojol 8% Terhadap Pendapatan GOTO

Share

22 May 2026 14:25

Bloomberg Technoz, Jakarta – Dampak dari arahan Presiden Prabowo Subianto terkait komisi ojol 8% dinilai dapat menurunkan pendapatan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Namun skala ekosistem digital GOTO yang besar dan terintegrasi diharapkan tetap menjadi penopang kinerja yang solid.

Manajemen GOTO menyampaikan akan menyesuaikan potongan komisi 92% untuk mitra driver dan 8% untuk aplikator segera dalam acara konferensi pers pada 19 Mei 2026 yang berlokasi di kantor pusat GOTO di Pasaraya.

Pihak GOTO tidak menampik bahwa kebijakan tersebut akan berdampak pada pendapatan perusahaan terutama untuk lini bisnis On-Demand Services (ODS) roda dua GoRide. Namun mereka juga menegaskan bahwa ini merupakan bentuk investasi jangka panjang.

“Saya rasa dampak untuk short-term akan ada segera setelah skema baru diterapkan. Namun seharusnya terbatas pada layanan roda dua GoRide, sementara lini bisnis lainnya masih solid” kata Christian Sitorus dari MNC Sekuritas.

Christian menjelaskan dampak komisi ojol 8% hanya akan dirasakan di segmen On-Demand Services (ODS) roda dua dan GOTO masih memiliki unit usaha lain seperti pengantaran, logistik bahkan Financial Technology (Fintech).

Baca Juga

Unit bisnis Fintech bahkan sudah memiliki track record pertumbuhan bagus dan sudah untung secara operasional.

“Untuk ODS pun strategi penyesuaian GOTO yang fokus pada keseimbangan antara pendapatan mitra dan stabilitas order volume tetap bisa dijalankan. Sementara di sisi fintech, aplikasi GoPay tetap menjadi mesin akuisisi pengguna yang efektif” jelas Christian.

Unit usaha Fintech GOTO memang mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di sepanjang kuartal I 2026.

Pengguna Bertransaksi Bulanan (MTU) Fintech meningkat sebesar 33% menjadi 27,5 juta, mendorong lebih dari dua miliar transaksi pada kuartal I 2026 atau naik 84%.

Pendapatan bersih tumbuh 58% menjadi Rp1,9 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan Fintech tumbuh 674% mencapai rekor Rp364 miliar.

GOTO juga melaporkan aplikasi GoPay terus mendorong pertumbuhan nilai buku pinjaman yang mencapai Rp9,9 triliun atau meningkat 59% dari tahun sebelumnya.

“Kalau dilihat meski ada kebijakan komisi dengan skema 92% untuk mitra driver dan 8% ke perusahaan, GOTO tetap bisa membangun ekosistem yang balance dan resilien dengan dua mesin utama ODS dan Fintech” jelas Christian.

Menurutnya dengan ekosistem yang saling melengkapi dan ditopang dengan strategi efisiensi operasional yang kuat, profitabilitas GOTO diharapkan tetap terjaga dan solid.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author