CPM Group Proyeksikan Harga Emas dan Perak Tertekan Awal Agustus 2026

Share

Harga emas dan perak diproyeksikan mengalami tekanan jangka pendek selama dua hingga tiga minggu pertama Agustus 2026 sebelum berpotensi menguat pada empat bulan terakhir tahun ini. Proyeksi pergerakan komoditas logam mulia tersebut disampaikan oleh CPM Group dilansir dari Kitco.

Pendiri CPM Group Jeffrey Christian mengungkapkan bahwa harga emas sempat menyentuh kisaran 4.138 Dolar AS pada perdagangan pagi sebelum mencapai puncak jangka pendeknya. Pergerakan posisi kontrak berjangka COMEX bulan Agustus dilaporkan sebagian besar telah selesai, dengan open interest turun drastis dari 27,5 juta ons pada akhir Juni menjadi 2,7 juta ons karena mayoritas posisi berpindah ke kontrak Desember.

CPM Group juga menepis kekhawatiran pasar terkait klaim kelangkaan stok fisik logam mulia. Hasil peninjauan terhadap data inventaris emas COMEX menunjukkan bahwa isu kelangkaan pasokan yang beredar tidak sesuai dengan ketersediaan data riil di pasar.

Sementara itu, perak masih bertahan diperdagangkan di kisaran level 60 Dolar AS per ons. Di sisi lain, komoditas logam lainnya seperti platina dan paladium tercatat memiliki performa yang cenderung lebih lemah dibandingkan perak dan emas.

Kondisi pasar logam mulia ini dipengaruhi oleh indikator makroekonomi Amerika Serikat, termasuk melambatnya pertumbuhan PDB, penurunan belanja konsumen, serta tingkat inflasi yang masih berada di atas target Bank Sentral AS. Atas dinamika ekonomi tersebut, CPM Group menggeser proyeksi risiko resesi AS ke periode 2027 hingga 2029.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author