Connected Art Platform Gelar Festival ART RAGA di Pilates Re Bar Jakarta
Karya seni kini tidak lagi hanya terbatas pada ruang galeri formal, melainkan mulai mendekatkan diri dengan aktivitas harian masyarakat di area publik. Seperti dilansir dari Detikcom, fenomena ini diwujudkan melalui kolaborasi antara Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia.
Kedua lembaga tersebut menyelenggarakan festival seni bertajuk ART RAGA yang berlangsung pada 4-7 Juni 2026. Acara unik ini mengambil tempat di Pilates Re Bar yang berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Festival ini mengeksplorasi perpaduan gaya hidup kontemporer dengan menghadirkan pengalaman menikmati karya seni yang tidak biasa. Melalui ruang olahraga tersebut, pengunjung diajak merasakan area refleksi sekaligus komunitas yang menjadi sumber energi bersama.
Pendiri Connected Art Platform, Mona Liem, menjelaskan bahwa festival yang mengusung tema Body, Mind, Soul ini sengaja memanfaatkan ruang olahraga karena tergolong sebagai area publik.
"Kalau orang datang ke art fair lihat karya seni terkesannya mahal. Nah, ini ada festival yang sambil pilates trus lihat karya seni. Lucu ya, tentunya bagus buat senimannya jadi punya lahan baru," kata Mona Liem.
Mona Liem menambahkan bahwa konsep pameran ini tidak ditargetkan agar pengunjung langsung membeli karya. Fokus utama acara justru untuk memperkenalkan esensi seni itu sendiri kepada masyarakat awam.
"Bisa kita billing, ini frist art and sport yang serius digarap di ruang pilates ya. Konsep ini yang kami bikin sengaja dibikin kecil dan intimated tapi dengan kuratorial yang serius," kata Mona Liem.
Pameran ART RAGA diramaikan oleh keterlibatan lebih dari 20 seniman yang memajang sekitar 40 karya seni. Sejumlah nama seniman yang berpartisipasi antara lain Angki Purbandono, Budi Ubrux, Dadi Setiyadi, Nasirun, Dr. Justyna Gorowska, Irene Febry, Jatiwangi Art Factory, Popomangun, Roger Ng Wei Lun, Valerio Vincenzo, hingga Yessiow.
Ketika memasuki area lantai pertama, pengunjung dapat menjumpai karya seni buatan Yessiow, seniman asal Bali yang dikenal dengan ciri khas visual penuh warna. Kain yang digunakan sebagai material karya sengaja dibuat khusus agar menyatu secara estetis dengan ruang pilates.
Sementara itu, lantai dua bangunan dipenuhi oleh deretan karya seni berukuran mini. Area ini menampilkan karya dari Alodia Yap, Dwi Putro atau Pak Wi, Dhanny 'Danot' Sanjaya, Roger Ng Wei Lun, serta Budi Ubrux dengan seri MBG miliknya.
Pada ruangan lain, pengunjung dapat mengeksplorasi ruang imersif buatan NotanLab yang dirancang untuk memberikan suasana meditatif. Festival ini juga menyajikan interaksi digital lewat teknologi Wangsit AI yang menawarkan sensasi pengalaman tarot berbasis kecerdasan buatan.
Terdapat pula ruang Seduh Keluh yang menawarkan tempat intim bagi pengunjung untuk saling berbagi cerita dalam atmosfer yang hangat dan reflektif. Adapun proses kurasi seluruh rangkaian festival ART RAGA ini digarap langsung oleh Mona Liem bersama Wilbert Deil dan Dhanny Sanjaya.