Cinema XXI Meraup Pendapatan Rp2,6 Triliun pada Semester I 2026
PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI membukukan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun pada semester I 2026. Penjualan tiket bioskop menjadi penyumbang terbesar kinerja keuangan pengelola jaringan bioskop tersebut.
Pendapatan perseroan pada semester I 2026 mencatatkan penurunan sebesar 8,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,87 triliun. Penurunan ini turut menekan laba bersih perseroan menjadi Rp201 miliar atau turun hingga Rp173,05 miliar untuk laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, sementara EBITDA tercatat Rp708,2 miliar.
Kinerja Cinema XXI menunjukkan pemulihan signifikan pada kuartal II 2026 dengan perolehan pendapatan Rp1,5 triliun, melonjak 40 persen dari Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026. Lonjakan tersebut ditopang kenaikan jumlah penonton dari 15,5 juta orang menjadi 21,9 juta orang.
Seiring pertumbuhan penonton, pendapatan dari penjualan tiket bioskop pada kuartal II 2026 naik 38 persen menjadi Rp919,4 miliar. Lini bisnis makanan dan minuman juga tumbuh 48 persen menjadi Rp528,8 miliar pada periode yang sama.
Secara akumulasi, penjualan tiket menyumbang Rp1,6 triliun atau 60,2 persen dari total pendapatan semester I 2026. Penjualan makanan dan minuman berkontribusi Rp886,3 miliar atau 33,7 persen, sedangkan iklan, platform digital, serta acara menyumbang Rp160,2 miliar atau 6,1 persen.
Direktur Utama Cinema XXI Suryo Suherman menyampaikan pandangannya terkait pencapaian operasional perusahaan sepanjang enam bulan pertama tahun ini.
"Capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan," ujar Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.
Guna menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan, manajemen telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memperkuat fundamental bisnis dan memperluas jangkauan operasional.
"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan," ujar Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.
Ekspansi jaringan dilakukan dengan membuka dua lokasi baru, yaitu Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI, yang menambah tujuh layar baru. Hingga 30 Juni 2026, Cinema XXI mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar di 55 kota dan 30 kabupaten.
Di sisi konten, film nasional mendominasi lebih dari 65 persen total penonton di Cinema XXI pada semester I 2026. Sebanyak 17 film berhasil menembus angka satu juta penonton, meningkat dari 15 film pada periode yang sama tahun 2025.
Corporate Secretary Cinema XXI Indah Tri Wahyuni menambahkan bahwa kinerja bisnis selama libur sekolah terangkat oleh hadirnya variasi film baru. Sementara itu, jajaran direksi mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap karya sineas.
"Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional diapresiasi oleh penonton. Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional," ujar Suryo Suherman, Direktur Utama Cinema XXI.