Christopher Nolan Merilis Film The Odyssey di Bioskop Indonesia
Sutradara Christopher Nolan resmi merilis film epik terbarunya berjudul The Odyssey di bioskop Indonesia pada Rabu, 15 Juli 2026.
Karya adaptasi puisi klasik Homer ini diproduksi dengan anggaran fantastis mencapai 250 juta dolar AS oleh studio Universal setelah kesuksesan besar film Oppenheimer.
Prapenjualan tiket film berdurasi tiga jam ini bahkan telah ludes terjual di berbagai negara, termasuk format IMAX 70 mm yang habis dalam waktu kurang dari satu jam.
Di Inggris, penjualan tiket di BFI IMAX memecahkan rekor dengan mencatat 28.000 tiket terjual dalam 24 jam pertama dan menghasilkan pendapatan 750.000 poundsterling.
Proses syuting film yang menceritakan perjalanan pulang Raja Odysseus setelah Perang Troya ini dilakukan dengan pendekatan realistis menggunakan kapal dan lokasi asli di laut lepas.
Nolan mengungkapkan bahwa tantangan produksi di perairan ganas lepas pantai Skotlandia pada Juli 2025 sempat membuat sejumlah aktor pendukung mengalami mabuk laut dan muntah.
"Maaf, tapi bolehkah kita merekam adegan muntah itu?" kenang Christopher Nolan saat meminta sinematografer Hoyte van Hoytema untuk tetap menyalakan kamera, seperti diberitakan People.
Nolan memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi seluruh kru dan pemain yang tetap profesional menyelesaikan pengambilan gambar dalam kondisi cuaca ekstrem tersebut.
"Saya harus memberikan apresiasi kepada mereka. Mereka berkata, 'Tentu saja, lanjutkan saja.' Mereka benar-benar siap menjalaninya. Hari itu terasa luar biasa sekaligus menyiksa, tetapi menghasilkan beberapa gambar favorit saya di film ini," ujar Christopher Nolan.
Sutradara peraih Oscar itu juga menambahkan bahwa keberhasilan Oppenheimer sebelumnya telah membuka jalan besar bagi proyek ambisius ini.
"Oppenheimer meraih kesuksesan yang jauh melampaui perkiraan kami. Hal itu memberiku kesempatan untuk membuat sesuatu yang mungkin sebelumnya tidak akan bisa diwujudkan," kata Christopher Nolan kepada The Daily Show.
Nolan menjelaskan bahwa fondasi utama dari aspek visual film ini adalah membawa para aktor ke lingkungan yang nyata dan membumi bagi penonton modern.
"Kami menggunakan kapal sungguhan, air sungguhan. Kami memang memakai semua teknik yang ada, tetapi fondasinya adalah membawa para aktor ke dunia nyata," ungkap Christopher Nolan.
Pengambilan gambar di alam terbuka ini juga melibatkan desain makhluk mitologi seperti Cyclops yang dibuat menggunakan perpaduan efek praktikal dan animatronik.
"Kami mencari lokasi asli, menggunakan kapal sungguhan, memanfaatkan cuaca yang sesungguhnya, bahkan menghadirkan Cyclops senyata mungkin," kata Christopher Nolan.
Selain itu, The Odyssey menjadi film pertama Nolan yang seluruhnya direkam menggunakan kamera IMAX berkat pengembangan sistem peredam suara baru.
"Aku menelepon IMAX dan berkata, 'Kalau memang ada satu film yang layak direkam sepenuhnya dengan IMAX, maka film inilah.' Karena itu kami mencari cara agar kameranya bisa dibuat lebih senyap," kata Christopher Nolan.
Di sisi lain, perancangan karakter monster dalam film ini terinspirasi dari karya seni klasik dan melibatkan kolaborasi riset yang mendalam sejak tahap praproduksi.
"Namun yang paling penting adalah menemukan bagaimana karakter ini hidup, bergerak, dan memiliki kepribadian," ujar Christopher Nolan kepada Associated Press.
Nolan juga menegaskan fokus ceritanya yang tidak hanya mengangkat mitologi, melainkan sisi kemanusiaan dan ikatan keluarga yang kuat.
"Aku sejak awal ingin menghadirkan The Odyssey sebagai kisah yang membumi dan mudah dipahami penonton modern," ungkap Christopher Nolan.
Terkait masa depan perfilman berskala besar, Nolan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pandangan pesimistis yang menilai era film epik tradisional telah berakhir.
"Karena memang terasa sudah lama sekali sejak seseorang membuat film seperti ini dengan cara seperti ini, di mana Anda berkeliling dunia, mengumpulkan ribuan pemain, dan sebagainya," kata Christopher Nolan kepada The Telegraph.
Nolan optimis bahwa kehadiran sutradara generasi muda serta antusiasme penonton bioskop akan terus memajukan industri film dunia.
"Tapi ada aspek pesimistis dalam memandang dengan cara itu, yang tidak saya setujui. Saya pikir film itu vital dan esensial dan terus bertransformasi. Kita memiliki semua suara muda baru yang hebat dalam perfilman, menjadikan medium ini milik mereka sendiri dan memajukannya," ia menjelaskan.
Ia juga menolak anggapan bahwa penonton muda tidak mampu menikmati film berdurasi panjang dan mengapresiasi penolakan generasi baru terhadap dominasi kecerdasan buatan.
"Film-film itu sangat misterius dan penuh renungan. Maksud saya, beberapa bagian 'Backrooms' seperti karya David Lynch yang paling samar. Namun, anak muda tidak pernah bosan menontonnya," kata Christopher Nolan.
Nolan melihat adanya tren positif di mana pembuat film muda kembali menggunakan efek praktis dalam karya-karya mereka.
"Begitu banyak energi telah dihabiskan untuk menghadirkan AI, tetapi jika Anda melihat reaksi generasi itu, mereka benar-benar menolaknya," kata Christopher Nolan.
Sementara itu, aktor utama Matt Damon mengungkapkan pandangan yang berbeda mengenai ketersediaan sumber daya studio untuk film non-waralaba di masa depan.
"Aku tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir saya untuk melakukan sesuatu seperti ini," kata Matt Damon menurut warta The Hollywood Reporter.
Damon merasa beruntung bisa terlibat dalam proyek berskala besar yang menurutnya akan semakin jarang didanai oleh studio film.
"Saya rasa orang-orang tidak akan diberi sumber daya untuk membuat film dengan cara itu untuk waktu yang lama," ia menambahkan.
Pemeran tokoh Odysseus ini juga menceritakan betapa beratnya perjuangan seluruh tim yang harus menghadapi badai tanpa ada perlakuan khusus.
"Tidak ada perlakuan khusus. Kalau kamu berada di kapal di tengah lautan dan terjebak badai, kamu akan basah seperti semua orang. Tidak ada yang mendapat minuman hangat yang tidak kamu dapatkan," kata Matt Damon.
Damon memuji kepemimpinan Nolan yang ikut terjun langsung merasakan kondisi dingin dan basah di lokasi syuting.
"Semua orang berada di posisi yang sama, termasuk Chris (Christopher Nolan), yang sama-sama kedinginan dan basah sepanjang proses syuting," lanjut Matt Damon.
Film The Odyssey turut dibintangi oleh Anne Hathaway sebagai Penelope, Tom Holland sebagai Telemachus, Zendaya sebagai Athena, Robert Pattinson sebagai Antinous, serta Charlize Theron sebagai Calypso.