Chef Juna Soroti Konsumsi Seblak Terlalu Sering Bisa Picu Gangguan Kesehatan

Share

Juna Rorimpandey atau Chef Juna menyoroti konsumsi seblak yang dinilai kurang baik bagi kesehatan tubuh jika dimakan terlalu sering dalam tayangan podcast bersama Sara Wijayanto di saluran YouTube C8 Podcast pada Minggu (26/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Food.

Koki berusia 51 tahun tersebut memperkirakan pandangannya mengenai makanan viral ini akan memicu respons negatif dari publik, namun ia tetap memilih untuk menyampaikan pendapatnya.

"Bukan nggak worth it ya, cuma saya tahu banyak orang suka makannya sering dan menurut saya itu tidak baik. Contoh, seblak," kata Chef Juna.

Mantan profesional yang pernah tinggal belasan tahun di Amerika Serikat ini menjelaskan bahwa kerupuk sebagai bahan utama seblak pada dasarnya diproduksi untuk digoreng, bukan direbus.

"Kerupuk diciptakan sedemikian rupa untuk digoreng supaya udara masuk dan mengembang sehingga (dapat) tekstur dan crunchiness," jelas Chef Juna.

Ia menambahkan bahwa dirinya tidak melarang masyarakat untuk memakan hidangan berbahan dasar kerupuk mentah rebus yang dicampur sambal tersebut.

"Ya oke nggak masalah, saya tidak menghakimi orang yang makan seblak, tetapi ya jangan sering-sering," lanjut Chef Juna.

Untuk memberikan perbandingan, ia menceritakan pengalamannya sendiri yang juga pernah mengonsumsi mi instan mentah yang dihancurkan bersama bumbu.

"Terus dikocok-kocok. Saya juga makan begitu, tapi kan nggak sering dan terus-terusan," tambah Chef Juna.

Ia menegaskan bahwa dampak buruk seperti sakit perut akibat pola makan yang keliru bisa dipahami secara logis tanpa harus menjadi pakar medis terlebih dahulu.

"Tidak perlu ahli gizi atau dokter sekalipun yang tahu (makan seblak) sering-sering itu tidak baik (untuk kesehatan)," ujar Chef Juna.

Mendengar pemaparan tersebut, Sara Wijayanto yang bertindak sebagai pemandu acara podcast langsung membenarkan pernyataan tamunya berdasarkan pengalaman pribadi.

"Perut aku nggak bisa men-digest dengan baik, makanya GERD," sahut Sara.

Kekhawatiran mengenai dampak buruk seblak ini sejalan dengan penelitian ilmiah bertajuk 'Pengaruh Makanan Seblak terhadap Kesehatan Tubuh' yang disusun oleh Dhimas Wahyudi dkk dan sempat dikutip oleh detikJogja pada 25 Agustus 2024.

Studi tersebut memaparkan bahwa kandungan kalori dan natrium yang tinggi pada seblak dapat memicu risiko obesitas, penyakit jantung, hingga hipertensi. Selain itu, rasa pedas yang berlebihan berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan akut seperti mulas dan diare jika dikonsumsi melewati batas wajar.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: Chef Juna kesehatan seblak
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author