CDC Terbitkan Peringatan Wabah Salmonella Cabai Jalapeno di AS

Share

Peringatan keamanan pangan diterbitkan oleh Centers for Disease Control and Prevention AS (CDC) akibat wabah Salmonella dari cabai jalapeno. Ratusan warga dilaporkan jatuh sakit di 27 negara bagian Amerika Serikat. Temuan CDC mengidentifikasi cabai jalapeno asal Sinaloa, Meksiko, sebagai sumber utama penularan.

Produk yang didistribusikan oleh Coast Citrus Distributors tersebut disajikan pada beberapa jaringan restoran populer, termasuk Chipotle dan Qdoba. Seperti dilansir dari Detik Health, sebanyak 345 warga terinfeksi dalam wabah ini, dengan 36 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dampak terparah tercatat di Minnesota dan Colorado, yang masing-masing melaporkan sedikitnya 110 kasus.

Merespons temuan tersebut, pihak Chipotle menyatakan telah menarik seluruh pasokan cabai jalapeno dari Coast Citrus Distributors secara nasional. Langkah pencegahan serupa juga diambil oleh Qdoba dengan menyingkirkan produk cabai tersebut dari menu mereka.

Chipotle kini telah mengganti pasokan cabai jalapeno dari petani lain untuk memastikan keamanan konsumen. Langkah penarikan produk oleh kedua jaringan restoran ini mulai dilakukan pada 5 Agustus secara menyeluruh. Peringatan resmi yang dikeluarkan CDC pada 6 Agustus menekankan bahaya kontaminasi Salmonella pada rantai pasok makanan. Bakteri ini diketahui menyebar luas melalui konsumsi bahan pangan serta air yang tercemar.

Tren Global dan Gejala Infeksi Salmonella

Secara global, infeksi patogen ini terus mengancam puluhan juta orang setiap tahunnya. Berdasarkan studi tahun 2025, angka kejadian infeksi Salmonella secara global menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Data menunjukkan peningkatan kasus Salmonella hingga hampir 50 persen sepanjang periode tahun 1990 hingga 2021. Pada jangka waktu yang sama, tingkat kematian akibat infeksi bakteri ini mengalami kenaikan mendekati 27 persen.

Gejala infeksi Salmonella umumnya muncul antara 6 jam hingga 6 hari setelah seseorang mengonsumsi makanan terkontaminasi. CDC mencatat penderita biasanya mengalami serangan diare, demam tinggi, serta kram pada bagian perut. Sebagian besar pasien infeksi bakteri ini dapat pulih secara mandiri tanpa pengobatan khusus dalam kurun 4 hingga 7 hari.

Meski demikian, potensi komplikasi berbahaya hingga mengancam jiwa tetap mengintai kelompok rentan. Kelompok yang berisiko mengalami dampak kesehatan parah meliputi anak-anak berusia muda, lansia, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Penanganan medis yang cepat sangat diperlukan bagi populasi berisiko tinggi tersebut.

Ancaman Wabah Sikloporiasis di AS

Selain wabah Salmonella, Amerika Serikat saat ini juga sedang menghadapi lonjakan kasus wabah sikloporiasis yang memecahkan rekor nasional. Ribuan warga di berbagai wilayah dilaporkan terjangkit infeksi parasit tersebut.

Otoritas kesehatan wilayah Michigan mengonfirmasi bahwa dua orang pasien dilaporkan meninggal dunia akibat wabah sikloporiasis tersebut. Informasi resmi mengenai korban jiwa ini disampaikan oleh pejabat setempat pada 3 Agustus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author