CDC Imbau Wisatawan Waspadai Penyakit Zika di Bali
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengeluarkan Level 2 Travel Health Notice sebagai imbauan kewaspadaan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali akibat meningkatnya kasus penyakit Zika pada pelancong yang kembali, dilansir dari Detik Travel.
Zika adalah penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, dengan gejala ringan seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, dan mata merah. Sebagian besar penderita tidak menunjukkan gejala. Hingga kini, belum tersedia vaksin atau pengobatan khusus untuk penyakit ini.
CDC menekankan perlunya perhatian khusus bagi ibu hamil dan yang merencanakan kehamilan karena infeksi Zika dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama pada trimester pertama dan kedua. Virus ini juga dapat menular melalui hubungan seksual dalam beberapa kasus.
CDC mengimbau wisatawan untuk menghindari gigitan nyamuk selama di Bali dan tetap menjaga pencegahan hingga tiga minggu setelah kembali ke tanah air, meskipun tanpa gejala. Langkah pencegahan meliputi penggunaan obat antinyamuk terdaftar, mengenakan pakaian lengan panjang dan celana panjang, serta memilih akomodasi dengan pelindung jendela dan pintu.
Selain itu, penggunaan pakaian yang diberi perlakuan permethrin dan menghindari aktivitas di luar ruangan saat nyamuk aktif pagi dan sore hari dianjurkan. Untuk anak-anak, antinyamuk dengan DEET 20-30 persen bisa digunakan dengan pengaplikasian yang tepat.
Bagi perempuan hamil, CDC menyarankan untuk menghindari perjalanan ke Bali jika memungkinkan selama masa transmisi penyakit. Jika tetap harus pergi, perlindungan ekstra dari gigitan nyamuk wajib dilakukan secara ketat.
Bagi pasangan laki-laki dari perempuan hamil, CDC juga menyarankan menghindari hubungan seksual tanpa perlindungan selama masa kehamilan. Pasangan yang merencanakan kehamilan dianjurkan menunda kehamilan selama tiga bulan untuk laki-laki dan dua bulan untuk perempuan setelah kembali dari Bali.
Wisatawan yang mengalami gejala demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi, atau mata merah setelah kembali dari Bali disarankan segera mencari bantuan medis. Tenaga kesehatan akan menentukan langkah pemeriksaan dan pemantauan berdasarkan risiko dan pedoman yang berlaku.
Meski sebagian besar infeksi Zika ringan, kewaspadaan tetap penting, terutama bagi kelompok risiko komplikasi kehamilan. CDC mengingatkan wisatawan untuk disiplin melindungi diri dari gigitan nyamuk sebelum, selama, dan setelah perjalanan.