Cara membuat dan memainkan permainan tradisional kaki kuda Minahasa

Share

Minahasa di Sulawesi Utara memiliki permainan tradisional bernama kaki kuda yang memanfaatkan batok kelapa sebagai alat utama, dengan cara main berbasis adu ketangkasan.

Permainan ini umumnya dilakukan anak-anak sepulang sekolah atau pada sore hari di halaman rumah serta lapangan terbuka, sehingga aktivitasnya terasa dekat dengan rutinitas harian.

Di masa serba digital, kaki kuda tidak lagi dimainkan oleh semua orang setiap hari. Banyak yang memilih mempraktikkannya di desa-desa yang jauh dari kota atau saat kegiatan tertentu seperti lomba tujuh belasan.

Kaki kuda dibangun untuk melatih keseimbangan, koordinasi, dan kekuatan motorik anak. Permainannya terbuat dari tempurung kelapa dan tali yang dipasang agar batok dapat menempel kuat pada telapak kaki.

Langkah awal pembuatan dimulai dari membersihkan dua tempurung kelapa dari serabut. Setelah itu, permukaan tempurung dihaluskan dengan cara diamplas supaya nyaman saat dipijak.

Selanjutnya, pada bagian tengah tempurung dibuat lubang kecil. Tali kemudian dipasang, lalu dibuat simpul yang kuat di bagian dalam agar tali tidak lepas ketika ditarik.

Panjang tali disesuaikan dengan tinggi pemain, sehingga posisi pijakan dan tarikan tali bisa membantu permainan berjalan dengan rapi dan aman sesuai ukuran tubuh.

Cara bermain kaki kuda

Untuk memulai, letakkan kedua batok kelapa di tanah yang datar. Pemain berpijak pada batok tersebut dengan kaki, sementara posisi tali berada di antara jari jempol dan telunjuk kaki.

Setelah posisi pijakan siap, ujung tali dipegang dengan kedua tangan. Pemain menarik tali agar tetap tegang, sehingga batok menempel erat pada telapak kaki.

Permainan dilakukan dengan berjalan menggunakan melangkahkan kaki secara bergantian sambil menarik tali ke atas. Tarikan ini membantu batok kelapa ikut terangkat dan melangkah maju.

Agar kaki kuda tidak punah, komunitas anak muda dan sekolah perlu rutin mengadakan kegiatan luar ruang untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional ini.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
daffa-raihan-maulana
Author