Dokter Kulit Bagikan Cara Aman Mengatasi Masalah Kulit Ibu Hamil

Share

Perubahan hormon selama masa kehamilan sering kali memicu berbagai masalah kulit pada wanita mengandung. Kondisi seperti jerawat, psoriasis, dan eksim dapat muncul atau mengalami pemburukan gejala. Penanganan gangguan kulit saat mengandung membutuhkan kewaspadaan ekstra dari para calon ibu.

Dilansir dari HaiBunda, penggunaan obat maupun produk perawatan secara sembarangan berisiko karena bahan aktifnya dapat terserap tubuh hingga memengaruhi janin. Profesor dermatologi dari University of California San Francisco (UCSF), Dr. Jenny Murase, menjelaskan bahwa respons penyakit kulit dipengaruhi oleh perubahan sistem kekebalan tubuh selama masa kehamilan.

Pergeseran imun ini ditandai dengan penurunan aktivitas sel Th1 dan Th17, sementara respons Th2 justru mengalami peningkatan. Perubahan tersebut memberikan dampak yang berbeda pada setiap jenis gangguan kulit inflamasi.

"Jadi, terjadi efek yin-yang di mana sistem kekebalan tubuh bergeser. Terkadang selama kehamilan, kehamilan itu sendiri akan mengobatinya, dan mereka bahkan tidak perlu menggunakan obat biologis. Sementara di lain waktu, misalnya, untuk pasien dermatitis atopik, penggunaan terapi mungkin lebih diperlukan," kata Murase.

Jerawat menjadi salah satu keluhan yang paling sering dihadapi ibu hamil akibat lonjakan hormon. Jika penanganan membutuhkan antibiotik oral, dokter dapat mempertimbangkan golongan penisilin atau sefalosporin generasi pertama yang memiliki rekam jejak keamanan lebih tinggi.

"Untuk jerawat, saya cenderung meresepkan amoksisilin jika pasiennya lebih seperti jerawat rosacea, dan kemudian sefadroksil atau sefaleksin jika pasiennya jerawat vulgaris. Obat-obatan tersebut memiliki lebih banyak data yang mendukung keamanannya daripada antibiotik makrolida, yang telah dilaporkan berpotensi meningkatkan risiko stenosis pilorik dan defek septum atrium dengan penggunaan makrolida," jelas Murase. Pemberian antibiotik wajib melalui resep serta pengawasan dokter. Berdasarkan data American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), beberapa bahan topikal seperti benzoyl peroxide, azelaic acid, topical salicylic acid, dan glycolic acid tergolong relatif aman digunakan.

Langkah perawatan mandiri di rumah juga dapat membantu meredakan jerawat. Ibu hamil disarankan mencuci muka dengan pembersih lembut, memakai pelembap nonkomedogenik, menghindari kebiasaan memencet jerawat, serta mengoleskan tabir surya yang aman. Sebaliknya, American Academy of Dermatology (AAD) melarang penggunaan isotretinoin oral karena berpotensi memicu kelainan bawaan pada janin. Penggunaan retinoid topikal seperti tretinoin dan tazarotene juga tidak dianjurkan tanpa konsultasi medis.

Dinamika Eksim dan Psoriasis Selama Kehamilan

Eksim atau dermatitis atopik kerap mengalami kekambuhan akibat dinamika sistem imun. Murase menyebutkan bahwa ruam eksim umumnya mulai tampak pada trimester pertama, terutama di area yang sering mengalami gesekan seperti tangan, ekstremitas, dan puting susu.

"Ruam ini biasanya mulai muncul lebih awal di trimester pertama, terutama di area yang sering mengalami gesekan, seperti tangan atau puting susu, khususnya di bagian ekstremitas," katanya. Data AAD menunjukkan bahwa menjaga kelembapan kulit menggunakan pelembap tanpa pewangi menjadi langkah utama meredakan eksim. Dokter tetap dapat memberikan terapi obat tertentu apabila diperlukan.

Berbeda dengan eksim, kondisi psoriasis pada sebagian wanita justru menunjukkan perbaikan selama masa mengandung. Meski demikian, respons setiap individu tetap berbeda-beda sehingga penghentian atau penggantian obat psoriasis tidak boleh dilakukan secara mandiri.

Gejala Kulit yang Membutuhkan Penanganan Dokter

Ibu hamil disarankan segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami ruam yang menyebar cepat, muncul lepuh, atau merasakan gatal hebat yang mengganggu tidur. Pemeriksaan juga wajib dilakukan jika timbul demam serta tanda infeksi seperti nanah dan nyeri hebat.

Murase mengingatkan bahwa tidak semua keluhan kulit saat hamil merujuk pada jerawat, eksim, atau psoriasis. Terdapat sejumlah penyakit kulit spesifik kehamilan yang memerlukan diagnosis akurat agar penanganannya tepat dan keamanan janin tetap terjaga.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author